Pejuangkantoran.com – Puasa tapi berat badan malah naik? Ini ternyata kejadian sebenarnya dan bukan hanya fenomena Indonesia namun global.
Sebuah survei yang pernah dilakukan pada tahun 2011 di Jeddah, Arab Saudi terhadap sejumlah keluarga di sana setelah sebulan menjalankan puasa Ramadhan.
Sebanyak 173 keluarga Arab diwawancara dan sekitar 59,5 % mengalami kenaikan berat badan setelah Ramadhan usai, seperti yang dipublikasikan di pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.
Di Turki, dari sebuah survei terhadap 1669 orang yang menjalankan puasa Ramadhan, 47% menyatakan bahwa meraeka merasakan adanya kenaikan berat badan.
Tentu saja ada hal-hal tertentu yang menyebabkan sebagian orang yang menjalankan puasa Ramadhan malah mengalami kenaikan berat badan, hal yang kontradiktif dengan logika bahwa orang yang berpuasa itu mengurangi asupan makan.
Tentu saja, manfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani dari berpuasa sendiri juga sudah terbukti secara ilmiah.
Baca Juga: Saat Berpuasa Ramadhan Jaga Latihan Larimu dengan Strategi Berikut Ini!
Dari survei di Jeddah, responden menyatakan bahwa kenaikan berat badan mereka terkait dengan makanan tinggi lemak dan karbohidrat selama Ramadhan serta kurangnya aktivitas fisik.
Hal yang kurang lebih sama yang terjadi pada responden survei di Turki, mereka justru lebih banyak mengasup kalori daripada dibakar untuk aktivitas fisik.
Oleh karena itu, ketika berpuasa Ramadhan, sebaiknya kita juga tak sekadar tidak makan dari Subuh hingga Maghrib, namun juga mengatur nutrisi yang kita asup saat sahur dan berbuka.
Salah satu menu aman (dalam menjaga berat badan) untuk sahur dan berbuka adalah buah. Namun, tetap saja ada sejumlah strategi makan buah untuk sahur dan berbuka sesuai dengan tujuan kita.
1. Target Menurunkan Berat Badan
Prinsipnya:
- Mengontrol lonjakan insulin;
- Mengasup lebih banyak makanan tinggi serat agar kenyang lebih lama; dan
- Menghindari gula cair (jus).
Menur sahur