Oleh karena itu, dari sisi stabilitas dan kenyamanan, sepatu lari dengan pelat TPU lebih nyaman untuk long run, easy run, atau daily trainer. Sepatu dengan pelat TPU lebih pas untuk pemula dibandingkan dengan pelat karbon.
Karena pelat karbon itu kaku dan akan terasa keras di kaki, maka butuh adaptasi bagi pemakainya, terutama di betis dan pergelangan kakI.
Namun karena sifatnya yang kaku tapi ringan (sehingga dorongannya lebih melenting), pelat karbon itu bisa meningkatkan efisiensi lari kurang lebih 2-3% (seperti yang disampaikan di Keedia.com).
Oleh karena itu, sepatu lari dengan pelat karbon lebih sesuai untuk race day (perlombaan), tempo run, serta untuk mencapai personal best (PB) atau catatan waktu lari tercepat personal.
Baca Juga: Berbagai Cedera Lutut dalam Olah Raga Lari, Penyebab, Tanda Awal, dan Cara Pencegahannya
Sepatu lari dengan pelat karbon juga tidak ideal untuk dipakai setiap hari. Selain lebih kaku, sepatu dengan pelat karbon itu umumnya tersusun dari material (untuk upper, midsole, dan outsole) yang ringan namun ringkih dan mudah aus.
Kseimpulannya, secara umum, sepatu dengan pelat karbon itu lebih cocok untuk mereka yang pace-nya kecil dan sudah stabil. Bisanya pelari yang sudah masuk ke fase speed (omba).
Sedang sepatu dengan pelat TPU lebih cocok untuk daily trainer (latihan harian), latihan membangun stamina, dan lebih cook untuk pemula. ***