Kaus kaki khusus ini lebih berperan pada kenyamanan dan recovery. Sebuah studi dalam sports science yang dimuat di journals.sagepub.com berjudul Influence of compression sportswear on recovery and performance: A systematic review, menunjukkan bahwa
- Efek bahan compression (tekanan) pada performa kecil / tidak konsisten.
- Namun pada sebagian pelari lebih merasakan efek recovery.
Ada berbagai jenis compression socks yang bisa kamu dapatkan di pasar, Berdasarkan jenisnya ada tiga, yaitu:
- Knee-high (paling umum untuk running).
- Calf sleeve (tanpa bagian kaki), hanya membalut betis.
- Ankle compression (lebih ringan, bukan utama untuk lari jauh).
Sementara berdasarkan tingkat tekanan (pressure level) dari compression socks, ada:
- 10–20 mmHg, termasuk ringan (bersifat rekreasional).
- 20–30 mmHg, termasuk sedang (umum untuk pelari).
- 30 mmHg, lebih tepat untuk keperlua medis (tidak disarankan tanpa rekomendasi).
Baca Juga: Bahaya Menggunakan Sepatu Lari yang Sudah Tidak Layak Pakai. Berikut Ciri-ciri Sepatunya!
Dalam memilih compression socks, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Ukuran harus pas (tidak boleh terlalu ketat karena justru bisa menghambat aliran darah).
- Tidak semua orang merasakan manfaat yang sama.
- Jika ada kondisi medis (misalnya varises berat), sebaiknya konsultasi dulu.
Kesimpulannya, compression socks itu bukan alat “penambah kecepatan”, akan tetapi alat pendukung kenyamanan dan recovery bagi pelari. Oleh karena itu, compression socks (kaus kaki kompresi) sangat berguna untuk lari jarak jauh dan saat kaki mudah pegal / bengkak. ***