bugar

Apa yang Terjadi Jika Makan Tomat Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:05 WIB
Buah Tomat; Buah dengan segudang manfaat untuk tubuh (Pexels)

 

PejuangKantoran.com - Tomat menjadi salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur. Mulai dari salad, sup, saus pasta, hingga sambal, buah berwarna merah ini dikenal serbaguna sekaligus kaya nutrisi. Namun, apakah mengonsumsi tomat setiap hari benar-benar baik untuk kesehatan?

Menurut sejumlah ahli gizi, makan tomat setiap hari umumnya aman bagi kebanyakan orang dan justru dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh berkat kandungan vitamin, mineral, serta antioksidannya.

Kaya Likopen, Antioksidan yang Baik untuk Jantung

Meski rendah kalori dan tidak mengandung banyak lemak maupun protein, tomat menyimpan berbagai mikronutrien penting seperti vitamin C, vitamin K, folat, dan kalium.

Salah satu kandungan yang paling menonjol adalah likopen, pigmen alami yang memberikan warna merah pada tomat. Senyawa antioksidan ini telah banyak diteliti karena mampu membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta mendukung kesehatan jantung. Likopen juga diketahui dapat membantu mengurangi oksidasi kolesterol jahat (LDL), salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan plak pada pembuluh darah.

Baca Juga: Michelin Buka Lowongan Kerja English Training Officer untuk Penempatan di Cikarang, Bekasi

Mendukung Imunitas hingga Kesehatan Mata

Selain likopen, tomat mengandung beta-karoten, yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh sekaligus kesehatan mata.

Tomat juga mengandung chlorogenic acid, senyawa antioksidan yang diyakini dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta mendukung tekanan darah tetap stabil pada sebagian orang. 

Baik untuk Pencernaan dan Mengurangi Peradangan

Mengonsumsi tomat secara rutin juga dikaitkan dengan kesehatan saluran cerna. Kandungan serat dan senyawa bioaktif di dalamnya dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus sehingga mendukung sistem pencernaan yang lebih sehat.

Di sisi lain, antioksidan yang terdapat pada tomat membantu menekan peradangan kronis dan stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan konsumsi tomat secara rutin berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis kanker, meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan temuan tersebut. 

Tomat Olahan Juga Tetap Bernutrisi

Banyak orang mengira tomat segar selalu lebih sehat dibandingkan tomat olahan. Padahal, ahli gizi menyebut tomat kalengan maupun saus tomat tanpa tambahan gula berlebih tetap memiliki manfaat yang baik.

Bahkan, proses pemanasan dapat meningkatkan ketersediaan hayati likopen sehingga lebih mudah diserap tubuh. Agar penyerapannya semakin optimal, tomat disarankan dikonsumsi bersama sumber lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, atau kacang-kacangan. 

Baca Juga: Green Flag vs. Red Flag Bibit, Bebet, Bobot ala Gen Z

Tidak Cocok untuk Semua Orang

Meski menyehatkan, tomat tidak selalu cocok bagi setiap orang.

Halaman:

Tags

Terkini