bugar

Kabut Asap Dari Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya. Gunakan Masker yang Tepat Seperti Berikut Ini!

Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Ilustrasi: seorang pria sedang mengenakan masker untuk melindungi kesehatan pernapasannya dari kabut asap dampak kebakaran hutan. (Pejuangkatoran.com/Made with Google AI)

 

Pejuangkantoran.com – Kebakaran di sejumlah wilayah hutan di Indonesia hingga pertengahan-akhir Agustus 2026 ini sudah menghanguskan lahan dengan total luas mencapai 285.000 hektare. Wilayah yang paling parah adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua Selatan.

Dengan area yang terbakar  total seluas tiga kali Jakarta ini sudah tentu berdampak pada polusi udara yang masif dan menjangkau wilayah yang luas. Kabut asap udah sampai Sarawak, Malaysia.

Kuching sempat jadi kota besar paling polusi sedunia versi IQAir, dan sekitar 108 sekolah di Sarawak ditutup. Di Pontianak sendiri, sekolah juga ditutup dan dialihkan ke kelas online, dengan kenaikan kasus penyakit pernapasan sekitar 5%.

Red alert bahkan sudah dikeluarkan oleh  SIIA (lembaga think tank Singapura) untuk bencana musim kabut asap 2026 ini.

Pemerintah Indonesia sudah mengupayakan modifikasi cuaca (cloud seeding) dan pembasahan lahan gambut atas bencana kabut asap yang penyebab utamanya adalah kombinasi El Niño kuat dan kekeringan panjang.

Modifikasi cuaca dan pembasahan lahan gambut dilakukan di 6 provinsi. Selain itu, pemerintah juga mengenakan sanksi administratif ke 14 perusahaan yang terbukti terlibat kebakaran lahan.

kabut asapBaca Juga: Ketika Kualitas Udara Buruk Akibat Kabut Asap Bakaran Sampah atau Lahan, Bagaimana Gen Z Seperti Kita Harus Bersikap

Seberapa Bahaya Kabut Asap Itu?

Seperti kita tahu, kabut asap (wildfire smoke) menurut CDC, dalam web site-nya cdc.gov, adalah campuran antara gas dan partikel-pertikel halus yang dihasilkan dari terbakarnya pepohonan, tanaman, bangunan buatan manusia, dan material lain.

Centers for Disease Control and Prevention, yaitu lembaga pemerintah Amerika Serikat yang berfokus pada kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit.

Ini bukan kabut biasa, karena menurut CDC, gas dan partikel yang dikandung dalam kabut asap itu terdiri dari PM2.5, karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), hidrokarbon/VOC, benzene, aldehida, dan berbagai senyawa lainnya.

Yang paling berbahaya dari sisi kesehatan masyarakat adalah PM2,5 (Particulate Matter 2.5). Ini adalah partikel udara yang sangat kecil dengan diameter aerodinamis sekitar 2,5 mikrometer (µm) atau lebih kecil.

Masker Tipe Apa yang Paling Tepat?

Partikel sekecil ini dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan kita. Oleh karena itu, terutama bagi wilayah-wilayah yang terdampak bencana kabut asap ini, kita perlu melakukan pencegahan dengan mengenakan masker yang tepat saat berada di luar rumah.

Halaman:

Tags

Terkini