Ada beberapa tipe masker, yaitu N95, KN95, atau Masker Medis. Mana yang paling tepat digunakan untuk menghadapi bencana kabut asap ini, yuk kita bedah satu per satu karakter masing-masing masker!
Berikut ini, sejauh apa berbagai tipe masker dalam melindungi kita:
N95
- Untuk kabut asap (PM2,5): pilihan terbaik.
- Kelebihan: Filtrasi partikel sangat baik dan seal antara pinggiran masker dengan wajah kita yang rapat.
- Kekurangan: Bisa terasa lebih panas, sesak, dan “ngap”.
Baca Juga: Jangan Lupa Pakai Masker, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Pertama di Indonesia dan Ketiga di Dunia!
KN95
- Untuk kabut asap (PM2,5): Jika tidak ada N95, ini bisa menjadi alternatif kedua.
- Kelebihan: Filtrasi partikel baik dan lebih mudah ditemukan di pasaran serta lebih terjangkau harganya.
- Kekurangan: Kualitas produk sangat bervariasi. Pas tidaknya masker, terutama seal antara pinggiran masker dengan wajah, menentukan efektivitas.
Masker Medis/Surgical
- Untuk kabut asap (PM2,5): Tidak disarankan.
- Kelebihan: Masker ini mampu melindungi droplet
- Kekurangan: Meskipun melindungi dari droplet, namun masker ini tidak rapat (tidak fit dengan wajah pemakai), banyak udara masuk dari sisi masker.
So, gunakan masker yang tepat untuk mencegah dampak bahaya kabut asap terhadap kesehatan tubuh kita, ya! ***
Artikel Terkait
Merasa Aman dari Polusi di dalam Kantor? Ternyata, Udara Buruk Bisa Masuk ke Ruangan, Lho!
Angka Produktivitas Karyawan akan Menurun Jika Tingkat Polusi Udara Makin Tinggi, Benarkah?
Ternyata, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Menyumbang 34% Sumber Polusi Udara di Jakarta
Awas Polusi Udara, Bisa Sebabkan Banyak Masalah Kulit termasuk Penuaan Dini
Ketika Kualitas Udara Buruk Akibat Kabut Asap Bakaran Sampah atau Lahan, Bagaimana Gen Z Seperti Kita Harus Bersikap