Mary menyarankan untuk menetapkan tanggal resign sesegera mungkin sehingga kamu bisa melepaskan diri secara psikologis dari bos.
“Hanya dengan mengetahui adanya akhir dari permainan itu, kamu bisa mendapat kekuatan untuk mengatasi lingkungan toxic tersebut,” katanya.
Lauren mengatakan, tidak ada pekerjaan yang boleh merusak kesehatan. Jadi, kamu berhak meninggalkan pekerjaan tanpa alasan, dan tidak perlu menunggu sampai kesehatan mentalmu memburuk. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Pengamat Akmal Marhali: Erick Thohir Sukses Bangun Suasana Tim yang Harmonis dan Kondusif
Pemerintah Rencanakan Single Salary System untuk PNS 2024, Tukin Malah Bisa Mengurangi Gaji!
Bawa Laptop dalam Keadaan Terbuka dengan Satu Tangan, Hm... Combo Nyerinya!
Lagi, Taylor Swift Menang ke-Empat Kalinya dan Jadi Video of The Year di MTV Video Music Awards
Survei: 64% Orang Indonesia Punya Wearable Gadget, dari Smartwatch, Smartglasses, dan Lainnya
Jika Mau ke Labuan Bajo, Jovita Ayu Sarankan Selalu Cek Tanggal Merah dan Jatah Cuti