PejuangKantoran.com - Toxic positivity yang didukung perusahaan adalah keyakinan bahwa karyawan harus fokus pada emosi positif, dan menolak perasaan negatif di tempat kerja.
Agenda toxic positivity menuntut pekerja untuk tetap antusias dan optimis meskipun situasi sedang buruk. Apa pun yang salah, kamu tidak diperbolehkan menunjukkan atau mengatakan sesuatu yang bersifat negatif.
Seburuk apapun masalahnya, kamu harus tersenyum dan menanggungnya.
Padahal, ketika manajemen mendukung budaya seperti ini, hal ini dapat berdampak buruk pada pekerja.
Baca Juga: Mind Mapping Bisa Bikin Belajar Lebih Maksimal, Kamu Bisa Dapatkan Template Gratisnya di Sini!
Tekanan dan stres yang tiada henti untuk mengabaikan perasaan sendiri dan menjadi seseorang yang bukan diri sendiri, dapat menyebabkan perasaan lelah.
Kamu juga merasa mengecewakan tim dan perusahaan, meskipun seharusnya tidak seperti itu.
Tekanan untuk menyesuaikan diri dengan kebahagiaan
Saat menghadapi masalah di tempat kerja atau di rumah, akan sangat melelahkan secara mental dan fisik jika kamu harus memasang wajah bahagia di depan atasan, dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Tidak seorang pun ingin ditekan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya. Itu tidak jujur, dan banyak orang tidak bisa mengikuti kepura-puraan tersebut.
Menekan perasaan batin yang sebenarnya untuk waktu lama adalah tindakan yang tidak sehat. Jika kamu memendam emosi, suatu hari nanti itu bisa meledak.
Jika kamu ditekan untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu dan tidak diizinkan untuk memerlihatkannya, kamu berisiko mengalami masalah kesehatan.
Kamu bisa mengalami masalah kesehatan mental, lebih sering sakit, kurang tidur dan sakit kepala, atau bahkan lebih buruk.
Bagaimana toxic positivity memengaruhi pekerja?
Sangat melelahkan jika atasan terus-menerus berkata, "Kerja keras pada akhirnya akan membuahkan hasil. Kamu mampu melakukan lebih dari saat ini. Kesuksesan datang kepada mereka yang bekerja keras."
Baca Juga: Bill Gates Lebih Pilih Pekerjakan 'Orang Malas', Tapi Malas Seperti Apa yang Dimaksud?
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Training & People Development Manager di PT Bank UOB Indonesia
Salah Satu Penyebab Burnout: Ketika Pekerjaan Dianggap sebagai Identitas dan Prestise
Magisha Putri Erick Thohir Bocorkan Rahasia: Daddy-nya Ternyata Suka Dance Kpop
Bill Gates Lebih Pilih Pekerjakan 'Orang Malas', Tapi Malas Seperti Apa yang Dimaksud?
Mind Mapping Bisa Bikin Belajar Lebih Maksimal, Kamu Bisa Dapatkan Template Gratisnya di Sini!
Seorang Ibu Temukan Penyakit Anaknya Lewat ChatGPT, Setelah 17 Dokter Gagal Mendiagnosisnya