PejuangKantoran.com - Berawal dari mentalist, kini nama Deddy Corbuzier dikenal sebagai salah satu kreator konten paling sukses di Indonesia. Ia sering ditanya, bagaimana cara menjadi kreator konten yang sukses.
Deddy Corbuzier mengatakan, menjelang tidur ia punya kebiasaan untuk scrolling menonton banyak konten di media sosial. Menurutnya, sekarang ini sudah banyak kreator konten yang bagus dalam menciptakan konten.
“Sebelum tidur saya suka scrolling-scrolling shorts, reels di Youtube dan Instagram. Banyak kreator konten di Indonesia yang luar biasa yang suka saya tonton.
Baca Juga: Morf, Agensi Manajemen Kreator Konten Milik Deddy Corbuzier Bergabung dengan IDN Media
“Tapi, kadang nonton juga konten-konten yang bikin saya mau banting handphone. Ibu-ibu mandi lumpur, ada yang kayak begitu. Bagi saya, yang seperti itu bukan kreator konten. Itu viralist!” tukas Deddy Corbuzier.
Namun, ia memilih untuk menjauhkan diri dari konten-konten yang tujuannya hanya mencari sensasi. Ia menikmati konten dengan tema yang ia suka seperti teknologi, kesehatan, dan hal-hal yang memberinya pengetahuan baru.
Sebagai kreator konten, Deddy sadar ada tanggung jawab besar dalam menyiarkan konten di media sosial atau internet. Dan, bahwa merintis pekerjaan kreator konten yang sering jadi pekerjaan impian Gen Z ini bukan hal yang mudah.
Menurutnya untuk menjadi kreator konten yang sukses tidak cukup dengan rasa suka, tetapi harus disertai komitmen dan konsistensi dalam menekuni pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Profesi yang Paling Banyak Jadi Impian Gen Z alias Generasi TikTok Saat Ini: Influencer!
Pria yang memiliki 21 juta pelanggan di akun Youtube-nya ini lalu menyebutkan bahwa karirnya di industri hiburan sudah ia rintis sejak ia berusia 18 tahun sehingga tahun ini menandai 30 tahun karirnya di dunia hiburan.
Begitu juga sebagai program siniarnya di Youtube, yang sudah ia rintis sejak 13 tahun lalu.
“Punya passion saja tidak cukup, tetapi harus ada dedication. Dengan dedikasi, suka tidak suka, harus tetap dilakukan. Juga, harus ada persisten. Kalau hanya passion, orang bisa menjadi malas.
“Tetapi kalau dedikasi, malas atau tidak, harus dilakukan. Jadi, jangan buat konten hanya kalau lagi mood. Berdedikasi untuk konsisten membuat konten, karena dari situ juga kita diasah semakin peka dan bisa relevan dengan penonton kita,” ujar Deddy.
Baca Juga: Yang Harus Dilakukan pada Hari Pertama Bekerja Meski Tak Dikasih Kerjaan, Jangan Main TikTok!
Menurutnya, jika sudah berkomitmen menjadi kreator konten, penonton tidak akan peduli apa yang menjadi kesulitan kita. Misalnya, ada keluarga yang sakit atau apapun itu, penonton akan menanti-nantikan karya kita.
Artikel Terkait
Benarkah Upgrade ke iOS 17 Bikin iPhone Jadi Lemot? Hoaks! Ini Penjelasan yang Benar
Selamat! “Reborn Rich” dan “Extraordinary Attorney Woo” Masuk Nominasi Emmy Awards 2023
Teten Masduki: “Siapa Bilang Kalau TikTok Medsos Dipisah dengan TikTok Shop akan Merugikan Seller?
Alasan Sherina Munaf Senang Bekerja Sama dengan Sang Kakak di Petualangan Sherina 2
9 Tips Agar Tugas Rutin di Kantor Tidak Menyita Sebagian Besar Jam Kerja
7 Menu “Sehat” di McDonald’s yang Aman untuk Dipesan, Menurut Ahli Diet