Contoh Bahasa Defensif yang Perlu Dihindari Saat Menghadapi Pelanggan atau Klien yang Marah

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 14:00 WIB
Ilustrasi: Jangan merespons pelanggan yang marah dengan bahasa yang defensif. (Unsplash/Johann Walter Bantz)
Ilustrasi: Jangan merespons pelanggan yang marah dengan bahasa yang defensif. (Unsplash/Johann Walter Bantz)

Ini hanya cara lain untuk mengatakan kepada pelanggan atau klien kalau mereka salah.

Baca Juga: Lakukan 8 Hal Ini Agar Batasan Usia Tak Mengurangi Peluang untuk Mendapatkan Pekerjaan

Alternatif untuk bahasa defensif

Berikut adalah beberapa kalimat netral yang disarankan oleh Micah untuk menghindari kesan tuduhan kepada pelanggan atau klien:

• "Jadi, yang saya tangkap Bapak/Ibu mengharapkan kami untuk …?"
• "Jika saya menangkap penjelasan Bapak/Ibu dengan benar, jadi …”
• "Sepertinya kami belum menyampaikan bahwa …”

Menghadapi pelanggan atau klien yang marah tanpa terpancing ikut marah memerlukan latihan. Tidak mudah untuk mencegah kalimat defensif atau bahkan menyinggung ketika berhadapan langsung dengan mereka.

Jadi, tarik napas dalam-dalam sebelum menghadapi pelanggan atau klien yang suka marah-marah, ya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Entrepreneur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X