PejuangKantoran.com - Pelan tapi pasti, jumlah tenaga kerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin banyak.
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), berdasarkan laporan yang mereka terima, jumlah tenaga kerja yang di-PHK hingga September 2023 mencapai 42.277. Jumlah ini didapatkan setelah ada penambahan sebanyak 4.902 orang pada September 2023.
PHK paling banyak terjadi di Maret 2023
Berdasarkan data yang diterima oleh Kemnaker, jumlah korban PHK di Indonesia dimulai dengan jumlah 2.867 pada Januari 2023. Lalu, jumlah tersebut bertambah bertambah sedikit menjadi 3.892 orang Februari 2023.
Baca Juga: Daya Saing SDM Indonesia Meningkat ke Posisi 47 dari 64 Negara di Dunia, Membaik Usai Pandemi
Namun, di Maret 2023 jumlah tenaga kerja yang di-PHK mengalami lonjakan yang sangat besar, yaitu menjadi 13.634 orang.
Kemudian, pada bulan berikutnya, yaitu April 2023, kasus PHK kembali bertambah menjadi 15.177 orang. Sementara di Mei 2023, jumlahnya naik lagi menjadi 18.333.
Angka tenaga kerja yang di-PHK kembali meningkat cukup drastis, yaitu menjadi 26.400 orang pada Juni 2023. Sementara sebulan setelahnya atau pada Juli 2023, angka semakin bertambah menjadi 31.549 orang.
Di dua bulan terakhir, yakni Agustus dan September 2023, angka PHK bertambah lagi menjadi 37.375 orang dan 42.277 orang.
Jumlah tenaga kerja yang di-PJK ini bukan angka final
Kemnaker menyebut bahwa data yang diterimanya ini belum mencerminkan keseluruhan kasus PHK nasional. Karena angka tersebut didapatkan hanya dari laporan perusahaan melalui Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan dan/atau Pengadilan Hubungan Industrial.
Mereka menduga, angka PHK nyata di lapangan masih lebih tinggi karena pastinya ada perusahaan yang sudah melakukan pemecatan, tetapi belum melapor.
Baca Juga: Agak Lain Nih, CEO AirAsia Tony Fernandes Menghadiri Rapat Manajemen Tanpa Kemeja
Apalagi pada awal Oktober 2023, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi menyebut sudah ada PHK terhadap 4.584 pekerja di enam perusahaan tekstil yang tersebar di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Philip Morris International Buka Lowongan Brand Executive Jakarta, Indonesia Commercial
Film Horor 'Indigo: What Do You See' Tampilkan Amanda Manopo sebagai Seorang Indigo
YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
Ternyata Perempuan Bekerja Takut Alami Menopause, Kok Bisa?
Profil Zaizatun Nihajati Istri Mahfud MD, Sarjana Hukum yang Pernah Menjadi Guru SMA
Agak Lain Nih, CEO AirAsia Tony Fernandes Menghadiri Rapat Manajemen Tanpa Kemeja
Ingin Jadi Content Creator? Kamu Bisa Kuliah di Jurusan Content Creation di Universitas Ini!
Lagu Sudut Memori Terasa Personal karena Ditulis Yura Yunita untuk Mengenang Glenn Fredly
Daya Saing SDM Indonesia Meningkat ke Posisi 47 dari 64 Negara di Dunia, Membaik Usai Pandemi
Waspada Ada Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung KPU dan Perkantoran di Kuningan!