"Kondisi itu masih berlangsung dan ada sekitar 26.540 pekerja yang dirumahkan ke arah PHK. Ini data per Agustus 2023," katanya.
Ristadi berpendapat bahwa potensi PHK massal di industri tekstil masih akan berlanjut dengan banyaknya faktor pemicu. Misalnya saja pabrik yang tak mampu bersaing dengan serbuan produk impor hingga anjloknya kinerja ekspor.
PHK paling banyak terjadi di Jawa Barat
Masih menurut data yang diterima Kemnaker, jumlah tenaga kerja yang paling banyak di-PHK terjadi di Jawa Barat (Jabar), yaitu sebanyak 14.601 orang.
"Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat, sekitar 34,54 persen dari jumlah keseluruhan," jelas Kemnaker.
Kemudian, di tempat kedua ada Jawa Tengah dengan 7.821 orang, lalu Banten di posisi ketiga dengan 6.059 orang.
Baca Juga: YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
Selanjutnya, ada Kalimantan Selatan yang hingga September 202e sudah mem-PHK 1.987 orang, disusul oleh Kalimantan Utara 1.766 orang, Sulawesi Tengah 1.550 orang, Jawa Timur 1.442 orang, DKI Jakarta 1.259 orang, dan Kalimantan Timur 1.108 orang.
Sementara di provinsi-provinsi lainnya, kasus PHK yang terjadi masih di bawah 1.000 orang. Bahkan, di beberapa daerah, angka PHK sangat kecil, seperti Sulawesi Barat 4 orang, Papua 7 orang, dan Nusa Tenggara Timur 10 orang.
Program TKM dari Kemnaker
Dengan semakin banyaknya tenaga kerja yang di-PHK, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan bahwa Kemnaker memiliki program untuk mengembangkan UMKM melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini ditujukan untuk pekerja kena PHK yang tidak memiliki skill dan modal, tetapi masih ingin memiliki usaha.
"Kemnaker terus berperan aktif melakukan peningkatan kompetensi dan perluasan kesempatan kerja guna menekan laju angka pengangguran dengan memfasilitasi minat dan bakat kewirausahaan angkatan kerja," jelasnya.
Untuk mengakses program bantuan TKM pemula ini, bisa langsung mengunjungiportal online bizhub.kemnaker.go.id. Semoga saja program ini bisa membantu lebih dari 42 ribu tenaga kerja yang di-PHK hingga September 2023 ini. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Philip Morris International Buka Lowongan Brand Executive Jakarta, Indonesia Commercial
Film Horor 'Indigo: What Do You See' Tampilkan Amanda Manopo sebagai Seorang Indigo
YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
Ternyata Perempuan Bekerja Takut Alami Menopause, Kok Bisa?
Profil Zaizatun Nihajati Istri Mahfud MD, Sarjana Hukum yang Pernah Menjadi Guru SMA
Agak Lain Nih, CEO AirAsia Tony Fernandes Menghadiri Rapat Manajemen Tanpa Kemeja
Ingin Jadi Content Creator? Kamu Bisa Kuliah di Jurusan Content Creation di Universitas Ini!
Lagu Sudut Memori Terasa Personal karena Ditulis Yura Yunita untuk Mengenang Glenn Fredly
Daya Saing SDM Indonesia Meningkat ke Posisi 47 dari 64 Negara di Dunia, Membaik Usai Pandemi
Waspada Ada Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung KPU dan Perkantoran di Kuningan!