Cancel Culture di Dunia Kerja, Bagaimana Jika Kamu yang Jadi Korban Boikot Massal?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 Oktober 2023 | 21:04 WIB
Ilustrasi: Cancel culture kini merambah ke dunia kerja. Bagaimana harus menyikapi budaya pengenyahan ini? (Freepik/Way Home Studio)
Ilustrasi: Cancel culture kini merambah ke dunia kerja. Bagaimana harus menyikapi budaya pengenyahan ini? (Freepik/Way Home Studio)

Baca Juga: 4 dari 5 Bos adalah ‘Manajer Kebetulan’ yang Menjadi Pemimpin tanpa Pelatihan dan Pengalaman

Apa yang harus dilakukan jika kamu menjadi korban?

Jika sudah terjadi, sulit untuk membalikkan keadaan. Tak peduli peristiwanya memang terjadi atau hanya rumor, orang-orang akan tetap menjauhkan diri darimu. Akibatnya, kamu menjadi sulit bekerja seperti sebelumnya.

Selain bertahan, ini beberapa cara yang bisa dilakukan jika kamu menjadi korban boikot massal:

1. Cobalah untuk menjernihkan suasana

Ungkapkan sudut pandangmu, bisa lewat email, pesan kantor, atau sekadar berbicara dengan orang lain saat memiliki kesempatan. Pastikan kamu menyampaikan dengan jelas kebenarannya.

Jangan ragu untuk menjelaskan mengapa kamu bertindak seperti itu, dan jika ada kesalahan di pihakmu, segera minta maaf.

2. Bicara dengan manajemen

Seperti disebutkan sebelumnya, harus selalu ada prosedur perusahaan untuk menyelesaikan konflik. Baik itu staf HR, manajer, atau sistem pelaporan digital.

Manfaatkan alat yang ada untuk memperbaiki situasi. Diskusikan situasinya, dan bekerja sama untuk menyusun jalan terbaik ke depan.

Budaya pengenyahan di tempat kerja tidak sehat bagi siapa pun, dan manajemen tidak hanya harus menyelesaikannya, tetapi juga menghilangkannya.

Jika manajer yang melakukan atau ikut serta dalam boikot massal tersebut, jika memungkinkan bicaralah dengan orang-orang yang berada jauh di dalam rantai komando, sebelum atasan langsung memecatmu karena alasan pribadi.

Baca Juga: Trik Berbasa-basi dengan Orang yang Baru Dikenal tanpa Canggung dengan Metode FORD

3. Pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain

Jika lingkungan menjadi sangat toxic, dan kamu tidak dapat menjernihkan suasana atau menyelesaikan masalah dengan atasan, masuk akal jika kamu ingin resign.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Desktime

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X