Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Terbesarmu?” dengan Jitu saat Wawancara Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 24 Oktober 2023 | 16:47 WIB
Ilustrasi: Simak contoh cara menjawab pertanyaan "Apa kelemahan terbesarmu?" saat interview kerja. (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi: Simak contoh cara menjawab pertanyaan "Apa kelemahan terbesarmu?" saat interview kerja. (Freepik/Yanalya)

PejuangKantoran.com - Saat wawancara kerja, hati-hati, jangan terjebak mengatakan sesuatu yang dapat merusak peluang untuk maju ke babak berikutnya.

Saat bertemu dengan manajer perekrutan atau HRD, jangan mengatakan apa pun yang meremehkan dirimu sendiri atau apa pun yang akan membuatmu terlihat buruk. Termasuk saat ditanya, “Apa kelemahan terbesarmu?”.

Itulah mengapa kamu harus tahu cara menjawab pertanyaan “Apa kelemahan terbesarmu?” dengan baik, tanpa menghilangkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Jangan Panik Kalau Kamu Ditanya Pertanyaan Tak Masuk Akal saat Wawancara Kerja

Saat wawancara kerja, pastikan kamu memberikan jawaban yang berhubungan dengan pekerjaan, dan memberikan dampak positif.

Termasuk saat memberikan jawaban dari pertanyaan “Apa kelemahan terbesarmu?”. Kamu harus menemukan kelemahan yang sebenarnya bukan kelemahan.

Kalau pun ada kekurangan, temukan cara untuk menunjukkan bagaimana kamu berhasil mengatasinya. Jangan pernah memberitahukan kelemahan yang berhubungan erat dengan pekerjaan.

Apa yang harus dikatakan?

Untuk menjawab pertanyaan “Apa kelemahan terbesarmu?”, pilih kelemahan yang tidak relevan dengan pekerjaan yang ingin kamu dapatkan.

Misalnya, jika kamu seorang pengembang software, boleh saja mengakui bahwa kamu memerlukan bantuan dalam keterampilan sosial dan komunikasi.

Karena sebagian besar manajer teknologi menyadari bahwa insinyur papan atas menghabiskan seluruh hidup mereka untuk membuat kode dengan mengorbankan interaksi antarpribadi.

Jadi, ini adalah kelemahan terbesar yang dapat diterima pewawancara.

Setelah itu, katakan bahwa kamu ingin mengatasi kelemahan tersebut dan tanyakan apakah perusahaan menawarkan peningkatan keterampilan.

Sebab dengan cara itu, kamu dapat meningkatkan keterampilan interpersonal dirimu. Tambahkan bahwa kamu pada akhirnya ingin maju ke posisi kepemimpinan.

Ini menunjukkan bahwa kamu sadar diri dan cukup cerdas untuk mengambil kelemahan yang tampaknya tidak berbahaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X