Alasan Rekruter Bertanya “Apakah Kamu Bisa Bekerja dengan Baik bersama Orang Lain?” dan Contoh Jawabannya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 27 Desember 2023 | 12:52 WIB
Ilustrasi: Jawabanmu harus bisa memberikan contoh pengalaman yang menunjukkan kemampuanmu untuk bekerja dengan baik dalam tim. (Freepik)
Ilustrasi: Jawabanmu harus bisa memberikan contoh pengalaman yang menunjukkan kemampuanmu untuk bekerja dengan baik dalam tim. (Freepik)

Kamu juga dapat menyebutkan contoh pengalaman membantu menyelesaikan perselisihan atau tantangan tim dengan keterampilan komunikasi dan kolaborasimu.

2. Fokus pada keterampilan khususmu

Setelah menentukan contoh pengalaman spesifik mana yang akan diuraikan, pertimbangkan keterampilan tim seperti apa yang dapat kamu sebutkan dalam jawaban.

Baca Juga: Jangan Bingung Kalau Naik MRT, Nama Stasiun MRT Senayan Sudah Berubah Nama!

Jika kamu dapat menyelaraskan keterampilan tersebut dengan keterampilan dalam deskripsi pekerjaan yang dilamar, kamu dapat meningkatkan peluang untuk mengesankan rekruter.

Misalnya, jika salah satu keterampilanmu adalah memberikan umpan balik dan pekerjaan yang dilamar membutuhkan keterampilan kepemimpinan yang kuat, kamu bisa bilang kalau kamu mampu memberikan umpan balik untuk membantu anggota tim bertumbuh.

3. Jujurlah dengan jawabanmu

Penting untuk jujur dalam memberikan jawaban langsung dan rendah hati. Kerendahan hati dan kejujuran dapat membantu membangun kepercayaan antara dirimu dan rekruter.

Banyak perusahaan yang mencari karyawan jujur untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih bisa dipercaya dan kolaboratif. Selain itu, kejujuran dapat menjadi keterampilan kunci untuk bekerja dalam tim.

Contoh jawaban yang bisa diberikan

Berikut adalah beberapa contoh jawaban saat kamu mendapat pertanyaan saat wawancara kerja seperti, "Apakah kamu bisa bekerja dengan baik bersama orang lain?"

Baca Juga: Phone Screen Interview Mulai Dipraktikkan sebagai Proses Awal Seleksi Kerja, Ini Cara Menyiapkannya!

Contoh 1

“Dalam pekerjaan sebelumnya sebagai manajer shift, saya adalah pemimpin untuk shift malam di toko ritel 24 jam. Saya memiliki tim kecil dan kami semua saling mengenal dengan sangat baik karena saya sangat fokus pada komunikasi, kejujuran, dan dukungan dalam tim.

"Suatu malam, ayah seorang karyawan meninggal, dan karyawan lain yang baru memiliki bayi menjadi frustrasi karena mereka harus menggantikan shift rekannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X