Kerja 4 Hari dalam Seminggu, Benarkah Hari Kerja yang Pendek di Kantor Bisa Naikkan Produktivitas Karyawan?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 21 Februari 2024 | 20:03 WIB
ilustrasi kerja   ( Pexels.com / @Vlada Karpovich)
ilustrasi kerja ( Pexels.com / @Vlada Karpovich)

PejuangKantoran.com- Jerman bergabung dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Portugal untuk menerapkan empat hari kerja dalam seminggu.  

Kenapa banyak perusahaan tertarik untuk menerapkan sistem kerja empat hari kerja dalam seminggu? 

Apa alasan banyak perusahaan untuk menerapkan sistem kerja empat hari kerja dalam seminggu? Benarkah bisa meningkatkan produktivitas pekerja di kantor?

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Sebelum Jadi Menteri ATR/BPN di Kabinet Jokowi

Perusahaan yang telah berpartisipasi dalam uji coba empat hari dalam seminggu, seperti di Inggris, telah melihat keberhasilan dalam mengurangi kelelahan dan hari sakit sekaligus meningkatkan retensi pekerjaan. 

Beberapa perusahaan Jerman yang terlibat dalam proyek ini juga berupaya melakukan langkah serupa di tempat kerja. Para pendukung program percontohan ini berpendapat bahwa minggu yang lebih pendek dapat menjadi magnet bagi pasar tenaga kerja yang belum dimanfaatkan di negara ini.  

“Saya sangat yakin bahwa investasi pada 'pekerjaan baru' akan membuahkan hasil karena meningkatkan kesejahteraan dan motivasi, yang kemudian meningkatkan efisiensi,” Sören Fricke.

Baca Juga: Pejuang Kantoran Kurang Produktif Bekerja, Jerman Mulai Terapkan 4 Hari Kerja dalam Seminggu

Fricke adalah salah satu pendiri perusahaan perencanaan acara Solidsense yang berbasis di Stuttgart, yang berpartisipasi dalam proyek percontohan ini, mengatakan kepada outlet tersebut. 

“Empat hari dalam seminggu, jika berhasil, tidak akan merugikan kita dalam jangka panjang.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X