Faktanya, banyak karyawan yang resign dan mengatakan bahwa mereka kelelahan, atau budaya perusahaan tidak membuat mereka merasa diikutsertakan.
Dengan exit interview, perusahaan punya kesempatan untuk memperbaiki kondisi kerja bagi karyawan lama dan baru, yang tentunya bagus untuk pertumbuhan.
Baca Juga: Tren Micro-Franchise Makin Berkembang, Cocok buat Orang Kantoran yang Ingin Penghasilan Tambahan
Apa yang diharapkan dalam exit interview?
Jangan terlalu gugup menghadapi exit interview. Anggap saja seperti wawancara kerja lainnya, di mana kamu harus spesifik dan jujur dalam menjawab.
Kamu sudah meninggalkan perusahaan, jadi sampaikan saja dengan jujur tentang apa yang tidak kamu sukai. Hanya saja, jangan sampai kamu membuat situasi menjadi panas dan karyawan lain jadi berjarak dengan atasan.
Kalau belum pernah melakukan exit interview sebelumnya, tidak masalah kalau kamu merasa gugup. Namun, dengan mengetahui apa yang diharapkan dalam exit interview, rasa gugup kamu pasti berkurang.
Baca Juga: Lagi Krisis, Kerajaan Inggris Buka Lowongan Kerja Sebagai Asisten Komunikasi
Ketika mempersiapkan diri menghadapi exit interview, sebaiknya ketahui jenis pertanyaan yang akan ditanyakan. Memiliki contoh pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan akan membantu kamu mempersiapkan jawaban yang spesifik.
Artikel Terkait
Apa yang Dimaksud C-Suite Level di Perusahaan, dan Apa Saja Skills dan Tanggung Jawabnya?
Haruskah Membalas Email Penolakan dari Rekruter bahwa Kita Tidak Diterima Bekerja?
Kembangkan Usaha Digital, 3 Hal Ini Jadi Pertimbangan Generasi Z atau Gen Z
Berperan sebagai Ayah di Dua Hati Biru, Angga Yunanda: "Latihan Jadi Bapak Muda dari Sekarang!"
Dalam Menjalankan Usaha Bisnisnya, Generasi Z atau Gen Z Pilih Pemasaran Digital, Ini 4 Alasannya
Tuntutan Work Life Balance atau WLB Lebih Terlihat pada 2 Generasi Ini
Lagi Krisis, Kerajaan Inggris Buka Lowongan Kerja Sebagai Asisten Komunikasi