Exit Interview Diperlukan Saat Kamu Resign, Hati-hati Jangan Sampai Karyawan Merasa Berjarak

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 22 Maret 2024 | 15:47 WIB
Ilustrasi: Dalam exit interview, kamu diharapkan memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap perusahaan. (Unsplash/Mina Rad)
Ilustrasi: Dalam exit interview, kamu diharapkan memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap perusahaan. (Unsplash/Mina Rad)

Faktanya, banyak karyawan yang resign dan mengatakan bahwa mereka kelelahan, atau budaya perusahaan tidak membuat mereka merasa diikutsertakan.

Dengan exit interview, perusahaan punya kesempatan untuk memperbaiki kondisi kerja bagi karyawan lama dan baru, yang tentunya bagus untuk pertumbuhan.

Baca Juga: Tren Micro-Franchise Makin Berkembang, Cocok buat Orang Kantoran yang Ingin Penghasilan Tambahan

Apa yang diharapkan dalam exit interview?

Jangan terlalu gugup menghadapi exit interview. Anggap saja seperti wawancara kerja lainnya, di mana kamu harus spesifik dan jujur dalam menjawab.

Kamu sudah meninggalkan perusahaan, jadi sampaikan saja dengan jujur tentang apa yang tidak kamu sukai. Hanya saja, jangan sampai kamu membuat situasi menjadi panas dan karyawan lain jadi berjarak dengan atasan.

Kalau belum pernah melakukan exit interview sebelumnya, tidak masalah kalau kamu merasa gugup. Namun, dengan mengetahui apa yang diharapkan dalam exit interview, rasa gugup kamu pasti berkurang.

Baca Juga: Lagi Krisis, Kerajaan Inggris Buka Lowongan Kerja Sebagai Asisten Komunikasi

Ketika mempersiapkan diri menghadapi exit interview, sebaiknya ketahui jenis pertanyaan yang akan ditanyakan. Memiliki contoh pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan akan membantu kamu mempersiapkan jawaban yang spesifik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: betterup.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X