Menurut Monster, 71% orang yang pernah menyaksikan pemotongan gaji secara diam-diam atau diberhentikan secara diam-diam, mengaku bahwa mereka kehilangan minat untuk tetap bekerja di perusahaannya dalam jangka panjang.
Sebanyak 80% responden mengatakan, mereka kehilangan rasa percaya atau loyalitas terhadap perusahaan.
Baca Juga: Baru Dirilis, Trailer Joker 2 Sudah Ditonton 167 Juta Kali
Kurangnya kepercayaan terhadap perusahaan akan mengakibatkan hilangnya semangat kerja, yang dapat membuat karyawan merasa tidak dianggap di tempat kerja.
Hal ini dapat membahayakan produktivitas tempat kerja, karena 58% pekerja yang mengalami quiet cutting jadi kurang termotivasi untuk melaksanakan tugas mereka.
Quiet cutting jelas merupakan tindakan yang kurang etis dan menunjukkan kurangnya penghargaan dan rasa hormat terhadap karyawan.
Sementara itu, quiet quitting dianggap sebagai cara karyawan untuk mengambil kembali kendali atas kehidupan kerja mereka.
Baca Juga: Lagi-lagi Gaya Busana Rishi Sunak Diprotes ketika Memadukan Adidas Samba dan Celana Ngatung
Dengan menolak memberikan upaya 100% untuk bekerja, mereka mendahulukan kebutuhan mereka sendiri dan mendapatkan kembali work-life balance yang sangat mereka butuhkan.
Artikel Terkait
Dianggap Manajer Mikro, Elon Musk: “Produk yang Sempurna Butuh Perhatian terhadap Detail"
CIA Buka Rekrutmen: Cek Kriteria yang Harus Dipenuhi Pelamar, termasuk Mampu Berbahasa Indonesia!
Cara Ampuh Jaga Kolesterol Pasca Lebaran, Awas Sebentar Lagi Sudah Masuk Kantor
Adegan Memandikan Jenazah, dan 3 Fakta Menarik Lain Di Balik Pembuatan Film Siksa Kubur
Pegawai Museum Dipecat Usai Menggantung Karya Seninya Sendiri
Mau Kerja Full Remote sebagai Real Estate Sales Associate? Cek Lowongan Kerja The Kedungu Fund Ini!
Chronoworking, Tren Baru di Dunia Kerja yang Bikin Kamu Bisa Lebih "Tune In" Saat Bekerja?