Stop Memberikan Jawaban Humble Bragging Saat Wawancara Kerja karena Sudah Tidak Efektif Lagi!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 April 2024 | 13:15 WIB
Ilustrasi: Strategi memberikan jawaban humble bragging saat wawancara kerja ternyata sudah tidak efektif. (Unsplash/Mina Rad)
Ilustrasi: Strategi memberikan jawaban humble bragging saat wawancara kerja ternyata sudah tidak efektif. (Unsplash/Mina Rad)

Para peneliti meminta mahasiswa untuk menuliskan bagaimana mereka akan menjawab pertanyaan tentang “apa kelemahan terbesarmu” dalam wawancara kerja. Peserta juga menuliskan alasan mereka menjawab pertanyaan seperti itu.

Setelah itu, asisten peneliti meninjau semua tanggapan dan memutuskan: seberapa rendah hati mereka, apakah para peserta jujur, dan seberapa besar mereka ingin mempekerjakan orang yang menjawab seperti itu.

Baca Juga: Film Dokumenter Celine Dion Bakal Segera Tayang di Prime Video: Perjuangan Sang Diva Melawan Penyakitnya

Ternyata, lebih dari tiga perempat peserta tengah melakukan humble bragging. Kerendahan hati paling umum termasuk mengaku sebagai perfeksionis, bekerja terlalu keras, terlalu baik, dan terlalu jujur.

Para peneliti mendapati strategi itu tidak efektif. Mereka menyimpulkan bahwa mayoritas orang bersikap strategis dalam mendapatkan pekerjaan (bukannya jujur) ketika mereka mengungkapkan kelemahan mereka.

Yang paling penting, asisten peneliti menunjukkan bahwa kecil kemungkinan mereka untuk mempekerjakan para humble brags ini dibandingkan mereka yang terlihat sungguh-sungguh dan jujur.

“Orang-orang jujur yang bersedia menunjukkan kerentanan kemungkinan besar adalah tipe kandidat yang paling ingin direkrut oleh pewawancara,” jelas Francesca.

Lalu bagaimana orang-orang yang jujur menjawab pertanyaan tersebut?

Baca Juga: Jelang Pelantikan, Prabowo Merasa Makin Diperhatikan Jokowi: Saya Dipanggil 'Mas Bowo' Sekarang

Tanggapannya antara lain: "Saya tidak selalu pandai dalam mengatur diri," dan "Terkadang saya bereaksi berlebihan terhadap situasi."

Kandidat yang dapat menunjukkan bahwa dia sadar diri dengan kekurangannya, namun berupaya untuk meningkatkan kinerjanya, kemungkinan adalah tipe orang yang ingin direkrut oleh sebagian besar pewawancara.

“Temuan ini menunjukkan bahwa dalam wawancara kerja, menunjukkan bahwa kita sadar diri dan berusaha meningkatkan kinerja kita mungkin merupakan strategi yang lebih efektif daripada menyombongkan diri,” pungkas Francesca.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Harvard Business Review, Lifehacker, The State Journal Register

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X