Ternyata, Sekarang Perawat Bukan Disapa Suster melainkan "Ners" (Yang Baru Tahu Kumpul Sini!)

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 2 Mei 2024 | 17:22 WIB
Ilustrasi: Sebutan perawat sekarang ini bukan  (Freepik)
Ilustrasi: Sebutan perawat sekarang ini bukan (Freepik)

PejuangKantoran.com - Dulu, kalau kita mengunjungi rumah sakit, penampilan para perawat khas sekali. Memakai seragam perawat serta topi atau cap  berwarna putih.

Namun sekarang perawat di rumah sakit berbusana lebih dinamis. Seragam warna-warni menyesuaikan warna khas perusahaan, memakai celana panjang, dan tanpa topi (sebagian mengenakan hijab).

Terkadang, sulit membedakan mana perawat, mana petugas administrasi atau bagian lain, karena banyak yang memakai seragam yang sama.

Baca Juga: Kabar Terbaru Celine Dion Soal Stiff Person Syndrome yang Dideritanya: Saya Belum Bisa Mengalahkan Penyakit Ini

Dan ini yang membedakannya lagi: sebutan perawat di rumah sakit sekarang bukan lagi “Suster” atau “Sus”, melainkan “Ners” (dari kata nurse dalam Bahasa Inggris).

“Jadi sekarang kalau pertama kali bertemu pasien, perawat akan mengatakan, ‘Selamat pagi, saya Ners Linda’. Atau, ‘Selamat pagi, saya Ners Joko.

"Ada keluhan apa, Bapak/Ibu?’,” ujar Ermalynda Sukmawati, S.Kep.Ns., M.Kep., CBWC, Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, kepada PejuangKantoran.com.

Sapaan Ners diikuti nama untuk menggantikan “Suster” untuk sebutan perawat tampaknya belum terlalu populer, sehingga belum banyak orang yang tahu. Namun sepertinya sapaan ini sudah waktunya dibiasakan atau dibakukan.

Menurut Ermalynda, sebutan Ners ini (berlaku juga untuk perawat pria) berangkat dari latar belakang pendidikan yang ditempuh perawat.

“Memang Ners itu (sebutan) khusus untuk lulusan S1 Studi Keperawatan yang sudah menjalani Studi Profesi Ners sejak mereka lulus S1, kemudian mereka melanjutkan profesinya,” kata Ermalynda.

Baca Juga: Nggak Siap Naik Jabatan? Begini Cara Menolaknya tanpa Terkesan Tidak Bersyukur

Para Ners ini merupakan garda terdepan yang langsung menghadapi pasien di rumah sakit untuk melakukan tindakan seperti memeriksa pasien, memberikan obat, menyuntik (sesuai instruksi dokter), dan sebagainya.

Jenjang Pendidikan Keperawatan

Untuk menjadi perawat minimal harus menjalani program D3 Keperawatan (Pendidikan Vokasi), yang nantinya akan mendapatkan gelar A.Md.Kep (Ahli Madya Keperawatan). Alumninya berperan sebagai perawat pelaksana yang membantu perawat profesional menangani pasien.

Jenjang pendidikan di atas Program D3 Keperawatan adalah Program S1 Keperawatan, yang lebih fokus pada pemahaman teori.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Halodoc, Keperawatan.upi.edu, Ukwms.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X