PejuangKantoran.com - Meskipun berhasil lolos dalam wawancara pertama, namun saat negosiasi gaji, kamu nggak punya keberanian untuk menawar harga, dan akhirnya menerima berapa pun yang ditawarkan.
Ini situasi umum yang terjadi di kalangan fresh graduate atau lulusan baru. Meskipun punya keterampilan dan pengetahuan yang baik, banyak lulusan baru yang dianggap tidak memenuhi syarat untuk menegosiasikan gaji pertama.
Namun, pasar ketenagakerjaan sekarang sedang berubah. Saat ini setiap pencari kerja, baik yang berpengalaman maupun lulusan baru, perlu mengetahui nilai pasar mereka yang sebenarnya sejak awal supaya bisa menetapkan landasan yang kuat untuk karir mereka.
Keraguan fresh gradate saat negosiasi gaji
Menegosiasikan gaji pertama sebagai karyawan baru penting karena memberikan dampak positif untuk memulai karir, kata para ahli.
Namun, Sumit Sarabhai, Chief Business Officer dari Spectrum Talent Management, penyedia solusi tenaga kerja, mengatakan ada beberapa hambatan mental yang menghalangi generasi muda untuk meminta kompensasi yang lebih tinggi.
Pertama, keinginan untuk memulai karir profesional secepat mungkin, ditambah dengan ketidaktahuan akan kemampuan bernegosiasi, justru menghambat mereka untuk bernegosiasi.
Selama masa transisi dari kehidupan kampus ke dunia kerja, pencari kerja sering kali berada di bawah tekanan untuk memenuhi harapan keluarga, masyarakat, dan teman.
Untuk menghindari kesenjangan karir atau untuk mengurangi kesenjangan dalam fase transisi ini, mereka mengambil peluang tanpa mempertimbangkan skala gaji.
Kedua, kurangnya informasi seputar gaji di pasaran, tren industri, dan praktik kompensasi perusahaan, menyebabkan kecemasan dan keragu-raguan dalam pikiran mereka.
Baca Juga: Lowongan Kerja Recruitment Manager (Civil Infrastructure & Mining) di PT Sumber Mitra Jaya
Penting bagi mahasiswa baru untuk menegosiasikan gaji karena hal ini juga menjadi landasan bagi jalur pendapatan, kata Lokesh Nigam, Co-founder dan CEO, Konverz.ai, perusahaan alat kecerdasan percakapan yang meningkatkan pengambilan keputusan mengenai talenta.
Negosiasi gaji menunjukkan profesionalisme dan kepercayaan diri, dan membantu menentukan kompensasi yang adil dan potensi penghasilanmu ke depan.
Mengenai alasan keragu-raguan di kalangan lulusan baru, ia menyebutkan kurangnya kepercayaan diri, ketakutan akan penolakan, atau ketakutan akan membahayakan tawaran.
Artikel Terkait
6 Perilaku yang Harus Dihindari Agar Kamu Semakin Dikagumi Seiring Bertambahnya Usia
Flow State, Kondisi saat Kamu Benar-benar Fokus dan Produktif hingga Waktu Tak Terasa Berlalu
Apa Ciri-ciri Flow State, Momen di Mana Kamu Merasa Terhubung Sepenuhnya dengan Pekerjaan?
Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?
Gen Global, Generasi Pekerja Terbaru yang Menyasar Fleksibilitas dan Gaji di Perusahaan Global
Alasan Indonesia Tawarkan Kewarganegaraan Ganda untuk WNI yang Tinggal di Luar Negeri
Pandemi Berlalu, 65% Gen Z dan 72% Milenial Ingin Lebih Banyak Liburan Tahun 2024