4 Kesalahan Leader yang Berkaitan dengan Egonya yang Tidak Terkendali, Terapkan Managemen Ego!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 10 Mei 2024 | 18:25 WIB
Ilustrasi: Ego yang tidak terkendali sering kali berubah menjadi "musuh" seorang pemimpin. Kenali kesalahan leader yang dipicu egonya tersebut. (Freepik/Wirestock)
Ilustrasi: Ego yang tidak terkendali sering kali berubah menjadi "musuh" seorang pemimpin. Kenali kesalahan leader yang dipicu egonya tersebut. (Freepik/Wirestock)

PejuangKantoran.com - Ego sebenarnya tidak selalu berkonotasi negatif. Pemimpin tanpa ego yang sehat akan kesulitan untuk membangkitkan rasa percaya diri dan kepercayaan pada tim, serta memotivasi kemajuan dan pencapaian. 

Meskipun begitu, ego yang tidak terkendali sering kali berubah menjadi "musuh" kepemimpinan karena mengutamakan kepentingan pribadi di atas kesuksesan organisasi.

Ego bisa mendorong perilaku arogan, egois dalam mengambil keputusan, dan tidak bersedia mengakui kesalahan.

Baca Juga: Tanggapi Komentar CEO Microsoft, CEO Google Sundar Pichai: “Saya Enggan Mainkan Musik Orang Lain”

Jadi, dalam hal manajemen ego, ada keseimbangan yang harus dicapai. Agar ego dapat berdampak pada kesuksesan individu dan organisasi, kenali empat kesalahan leader yang berkaitan dengan ego yang tidak terkendali:

1. Berfokus pada diri sendiri sehingga merugikan timnya

Pemimpin yang didorong oleh ego membuat mereka hanya mau melihat dan mendengar apa yang mereka inginkan. Akibatnya, mereka bisa kehilangan kesempatan untuk terus belajar.

Mereka mungkin juga gagal untuk mengenali, memahami, dan mendukung anggota tim dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi, sehingga menyebabkan tim mengalami frustrasi, penurunan produktivitas, dan rusaknya kesejahteraan.

Lesley Cooper, pendiri konsultan WorkingWell, percaya bahwa jika seorang pemimpin hanya fokus pada tujuannya sendiri, maka tim tidak akan terinspirasi oleh visi bersama untuk pertumbuhan.

“Hanya jika Anda mengesampingkan ego Anda, Anda dapat menciptakan budaya kepercayaan, meningkatkan produktivitas tim Anda, dan memelihara kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Kesempatan Langka: Lowongan PR Internship selama 6 Bulan di Louis Vuitton Indonesia!

2. Terkesima dengan keahlian orang lain

Ketika kamu mencapai puncak kepemimpinan, kamu harus menentukan arah dan menyiapkan segala sesuatunya untuk mewujudkan visi tersebut.

Namun, ego yang tidak terkendali membuat pemimpin tidak mampu melihat keahlian yang bisa ditawarkan orang lain, kata Alexis Sikorsky, konsultan bisnis dan penulis Cashing Out.

“Salah satu jebakan terbesar bagi seorang pemimpin adalah berpikir bahwa Anda tidak membutuhkan bantuan,” jelas Sikorsky. “Entah itu karena Anda merasa selalu tahu apa yang terbaik, atau Anda takut kehilangan kendali dan mengakui bahwa Anda tidak punya jawabannya.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X