PejuangKantoran.com - Ego sebenarnya tidak selalu berkonotasi negatif. Pemimpin tanpa ego yang sehat akan kesulitan untuk membangkitkan rasa percaya diri dan kepercayaan pada tim, serta memotivasi kemajuan dan pencapaian.
Meskipun begitu, ego yang tidak terkendali sering kali berubah menjadi "musuh" kepemimpinan karena mengutamakan kepentingan pribadi di atas kesuksesan organisasi.
Ego bisa mendorong perilaku arogan, egois dalam mengambil keputusan, dan tidak bersedia mengakui kesalahan.
Baca Juga: Tanggapi Komentar CEO Microsoft, CEO Google Sundar Pichai: “Saya Enggan Mainkan Musik Orang Lain”
Jadi, dalam hal manajemen ego, ada keseimbangan yang harus dicapai. Agar ego dapat berdampak pada kesuksesan individu dan organisasi, kenali empat kesalahan leader yang berkaitan dengan ego yang tidak terkendali:
1. Berfokus pada diri sendiri sehingga merugikan timnya
Pemimpin yang didorong oleh ego membuat mereka hanya mau melihat dan mendengar apa yang mereka inginkan. Akibatnya, mereka bisa kehilangan kesempatan untuk terus belajar.
Mereka mungkin juga gagal untuk mengenali, memahami, dan mendukung anggota tim dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi, sehingga menyebabkan tim mengalami frustrasi, penurunan produktivitas, dan rusaknya kesejahteraan.
Lesley Cooper, pendiri konsultan WorkingWell, percaya bahwa jika seorang pemimpin hanya fokus pada tujuannya sendiri, maka tim tidak akan terinspirasi oleh visi bersama untuk pertumbuhan.
“Hanya jika Anda mengesampingkan ego Anda, Anda dapat menciptakan budaya kepercayaan, meningkatkan produktivitas tim Anda, dan memelihara kesejahteraan mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Kesempatan Langka: Lowongan PR Internship selama 6 Bulan di Louis Vuitton Indonesia!
2. Terkesima dengan keahlian orang lain
Ketika kamu mencapai puncak kepemimpinan, kamu harus menentukan arah dan menyiapkan segala sesuatunya untuk mewujudkan visi tersebut.
Namun, ego yang tidak terkendali membuat pemimpin tidak mampu melihat keahlian yang bisa ditawarkan orang lain, kata Alexis Sikorsky, konsultan bisnis dan penulis Cashing Out.
“Salah satu jebakan terbesar bagi seorang pemimpin adalah berpikir bahwa Anda tidak membutuhkan bantuan,” jelas Sikorsky. “Entah itu karena Anda merasa selalu tahu apa yang terbaik, atau Anda takut kehilangan kendali dan mengakui bahwa Anda tidak punya jawabannya.”
Artikel Terkait
Hari Raya Kenaikan Isa Almasih, Bukti Yesus Telah Menyelesaikan Pekerjaannya dengan Mulia
Qatar Airways Perkenalkan Cabin Crew dengan Kecerdasan Buatan (AI)
3 Gaya Kebiasaan Keuangan dan Investasi Orang-orang di Asia Tenggara Termasuk Indonesia: Krisis Literasi Keuangan
Miss USA 2023 Noelia Voigt Mundur dari Gelarnya Demi Kesehatan Mental
Perusahaan Wewangian Menciptakan Aroma Khas Toko untuk Membangkitkan Kenangan Pelanggan
Michelle Yeoh Bakal Jadi Penerima Medal of Freedom dari Presiden USA Joe Biden
Hailey Bieber Hamil Anak Pertama, Pasangan Hailey-Justin Bieber Umumkan Kehamilan Lewat Video