PejuangKantoran.com - Selama wawancara kerja, pewawancara mungkin mengajukan pertanyaan seperti, “Bagaimana kamu mendefinisikan kesuksesan?”.
Ini adalah pertanyaan terbuka, tanpa jawaban benar atau salah, dan memberikan kesempatan bagi kamu untuk menunjukkan kualitas yang dicari sebagian besar pemberi kerja: tekad, motivasi, dorongan, antusiasme, dan visi kolaboratif bersama.
Pertanyaan seperti ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada calon atasan tentang etos kerja, tujuan, dorongan, dan kepribadian kamu secara keseluruhan.
Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan “Bagaimana Kamu Mendefinisikan Kesuksesan?” saat Wawancara Kerja
Pewawancara juga mencoba memastikan seberapa cocok kamu dengan budaya perusahaan mereka. Apakah definisi sukses menurut kamu sesuai dengan tujuan perusahaan?
Akankah aspirasi kamu sesuai dengan misi perusahaan? Apakah kamu mendefinisikan kesuksesan dengan cara yang sesuai dengan peran yang kamu lamar?
Karena kesuksesan adalah konsep subyektif, setiap orang bisa memandangnya secara berbeda. Berikut adalah tiga contoh jawaban pertanyaan "Bagaimana kamu mendefinisikan kesuksesan?" saat wawancara kerja nanti.
Contoh jawaban 1
“Sukses bagi saya adalah menjadi manajer yang saya harap bisa saya capai saat memulai. Supervisor pertama saya menetapkan ekspektasi yang tidak jelas dan tidak menunjukkan penghargaan atas kerja keras kami.
"Saya tidak ingin melupakan fakta bahwa karyawan hanya dapat mencapai tujuan jika mereka tahu apa tujuan mereka dan bagaimana mencapainya.
"Dan bagi banyak orang, dorongan positif lebih memotivasi daripada kritik, jadi kita harus menyeimbangkan setiap jenis masukan untuk menghormati motivasi orang yang berbeda.”
Baca Juga: Orang yang FOMO dan Berkepribadian Dark Triad Cenderung Menggunakan Ponsel Saat Mengemudi
Contoh jawaban 2
“Sukses bagi saya berarti membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain. Jika saya tahu bahwa pada akhirnya pekerjaan saya bisa membantu seseorang mendapatkan pekerjaan, atau menafkahi keluarganya, atau mengubah kehidupannya, saya bisa tidur nyenyak di malam hari dan bangun dengan semangat untuk mulai bekerja lagi keesokan harinya.”
Contoh jawaban 3
Artikel Terkait
Maudy Ayunda Tergerak Jadi Produser Film KHD karena Kecintaannya untuk Selalu Belajar
Memahami Kemampuan Berpikir Analitis, Skill yang Amat Dibutuhkan dalam Banyak Bidang Pekerjaan
4 Alasan Kita Perlu Memiliki Keterampilan Berpikir Analitis, dan Apa Manfaatnya bagi Karir Kita
Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Analitis tanpa Perlu Gelar di Bidang Data Science
Taman Safari Indonesia Buka Lowongan Pekerjaan Sebagai Internal Audit Staff
3 Hal tentang Nicholas Galitzine yang Sering Di-googling Penggemar, Salah Satunya soal Orientasi Seksualnya
3 Kalimat Toxic yang Tidak Pernah Diucapkan Orang-Orang Sukses, Hati-hati Bakal Jadi Manifestasi!