Beda Analytical Thinking dan Critical Thinking, Dua Skill yang Dibutuhkan untuk Mengambil Keputusan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 15 Mei 2024 | 11:26 WIB
Ilustrasi: Untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab, ada dua jenis pemikiran yang membantu kita mewujudkannya, yaitu berpikir analitis dan berpikir kritis. (Freepik/Way Home Studio)
Ilustrasi: Untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab, ada dua jenis pemikiran yang membantu kita mewujudkannya, yaitu berpikir analitis dan berpikir kritis. (Freepik/Way Home Studio)

2. Mengidentifikasi pola dan tren: Mencari tema atau tren yang berulang dalam data atau informasi, yang dapat menghasilkan wawasan yang lebih mendalam.

3. Membuat hubungan: Pemikir analitis berusaha memahami hubungan antara berbagai elemen, sebab, dan akibat.

4. Menggunakan data dan bukti: Pemikiran analitis sering kali didasarkan pada data, mengandalkan informasi dan bukti untuk menarik kesimpulan.

Baca Juga: Umay Shahab dan Prilly Latuconina Tepis Anggapan Garap Temurun karena Film Horor Lagi Booming

5. Pemecahan masalah: Pemikiran analitis sangat berguna dalam menemukan solusi terhadap tantangan dengan memahami akar penyebab permasalahan.

Berpikir kritis

Berpikir kritis adalah proses menganalisis dan mengevaluasi informasi, ide, atau argumen secara obyektif untuk membentuk penilaian atau keputusan yang beralasan.

Hal ini melibatkan pengujian hubungan logis antara ide-ide yang berbeda, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam argumen, dan mempertimbangkan bukti untuk mendukung atau menyangkal klaim tertentu.

Aspek kunci dari critical thinking meliputi:

1. Mempertanyakan asumsi: Pemikir kritis akan mempertanyakan asumsi-asumsi yang ada, dan enggan menerima informasi begitu saja. Mereka mengajukan pertanyaan menyelidik untuk mengungkap bias yang tersembunyi.

2. Mengevaluasi bukti: Pemikir kritis menilai keandalan dan validitas bukti yang digunakan untuk mendukung suatu klaim. Mereka mencari sumber yang kredibel dan mempertimbangkan kualitas data.

Baca Juga: Revitalisasi Kawasan Pecinan Semarang, Kelenteng Tay Kak Sie dan Gapura Masuk Segera Dibenahi

3. Mengidentifikasi kesalahan logika: Pemikir kritis terampil dalam mengenali kesalahan umum dalam penalaran, seperti penggunaan asumsi yang tidak tepat, atau penggunaan contoh pembuktian yang salah.

4. Mempertimbangkan berbagai perspektif: Mereka mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda dan terbuka untuk merevisi pendapat mereka berdasarkan informasi baru atau argumen yang meyakinkan.

5. Menarik kesimpulan berdasarkan bukti: Orang dengan critical thinking sampai pada kesimpulan yang beralasan dan didukung oleh alasan dan bukti yang logis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: LinkedIn, Risely.me

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X