3 Penyebab Meningkatnya Cuti Ayah di Tempat Kerja Tahun 2024, yang Sebelumnya Jarang Terjadi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 8 Juni 2024 | 21:32 WIB
Ilustrasi: Seiring dengan semakin banyaknya laki-laki yang memanfaatkan cuti sebagai orangtua, pengambilan cuti ayah menjadi hal yang lumrah bagi laki-laki. (Freepik)
Ilustrasi: Seiring dengan semakin banyaknya laki-laki yang memanfaatkan cuti sebagai orangtua, pengambilan cuti ayah menjadi hal yang lumrah bagi laki-laki. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Menjelang Hari Ayah yang jatuh pada hari Minggu, 16 Juni 2024, jumlah cuti orangtua semakin meningkat, seiring dengan peningkatan cuti ayah bagi laki-laki.

Namun, hanya 27% tenaga kerja AS yang mendapat cuti keluarga yang dibayar, berdasarkan statistik dari Biro Statistik Tenaga Kerja. 

Perusahaan pengelola cuti kerja, Sparrow, pun membantu pemberi kerja memaksimalkan pengalaman cuti berbayar bagi karyawannya, sekaligus menghemat uang mereka.

Baca Juga: MRT Jakarta Ternyata Memiliki Tarif Metro Termurah Kedua Di Asia Tenggara

Menurut Deborah Hanus, CEO dan salah satu pendiri Sparrow, misi mereka adalah untuk memudahkan proses pengambilan cuti dan mendorong karyawan dan pemberi kerja untuk mengambil dan memberikan cuti yang dibayar.

Mengapa cuti orang tua penting bagi ayah

Dalam “State of Workplace Empathy Review” dari Businessolver tahun 2023, terlihat bahwa 92% karyawan mengidentifikasi cuti ayah berbayar sebagai manfaat empati bagi pemberi kerja untuk diperluas kepada karyawan, bersamaan dengan cuti duka dan waktu untuk merawat anggota keluarga yang sakit.

Hanus menyebutkan, rata-rata 10% karyawan perusahaan mana pun harus mengambil cuti kerja setiap tahunnya.

“Baik merawat orang yang dicintai atau menjaga kesehatan Anda sendiri, momen-momen ini adalah kesempatan bagi pemberi kerja untuk hadir dan mendukung karyawannya,” sarannya.

“Dengan mendukung karyawan di dalam dan di luar pekerjaan, pemberi kerja sebenarnya dapat meningkatkan retensi karyawan, dan karyawan dapat hadir di hadapan keluarga mereka saat mereka membutuhkannya.

Baca Juga: Gaji Rp13 Juta-19 Juta per Bulan sebagai Assistant Manager Admin di PT Cosmic Indonesia, Mau?

Ia mengemukakan beberapa penyebab meningkatnya pengambilan cuti ayah:

Peningkatan kesadaran. Hanus berspekulasi bahwa tren cuti ayah mungkin didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya cuti orangtua bagi ayah, sehingga menunjukkan bahwa ada siklus baik yang juga terjadi.

“Seiring dengan semakin banyaknya laki-laki yang memanfaatkan cuti sebagai orangtua, pengambilan cuti ini menjadi hal yang lumrah bagi laki-laki.

"Bahkan lebih banyak lagi laki-laki yang mampu melakukan hal tersebut di tempat kerja mereka.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X