PejuangKantoran.com - Negosiasi adalah diskusi untuk menyelesaikan perselisihan dan mencapai kesepakatan antara dua pihak atau lebih.
Negosiasi adalah proses “memberi dan menerima” yang menghasilkan kompromi dimana masing-masing pihak memberikan konsesi untuk kepentingan semua orang yang terlibat.
Ada banyak situasi di mana kamu mungkin perlu menjadi seorang negosiator. Kamu mungkin terlibat dalam menegosiasikan tawaran pekerjaan, meminta kenaikan gaji, menggalang kenaikan anggaran, membeli atau menjual properti, atau menutup penjualan dengan pelanggan. Semuanya memerlukan keterampilan bernegosiasi jika ingin sukses.
Pertimbangkan tip berikut untuk membantu mempersiapkan pembicaraan negosiasi:
Baca Juga: Howel and Co Buka Lowongan Kerja Jadi Content Creator, Siapa Berminat?
1. Riset
Sebelum memasuki pembicaraan negosiasi, evaluasi semua pihak dan pertimbangkan tujuan mereka.
Mungkin bermanfaat juga untuk meneliti orang yang sedang bernegosiasi denganmu. Pahami keterbatasan negosiator. Apakah mereka memiliki kemampuan untuk memberikan apa yang kamu inginkan? Memahami keterbatasan ini dapat membantu menyusun strategi.
2. Ketahui prioritas
Negosiasi sering kali mengharuskan masing-masing pihak untuk berkompromi. Tentukan apa yang paling penting dan apa yang ingin diterima sebagai gantinya.
Menetapkan prioritas sebelumnya dapat membantu kamu mengevaluasi apa yang kamu tolak untuk menyerah dan ke mana kamu bersedia untuk mengalah. Jika kamu adalah negosiator, jelaskan apa yang ditawarkan kedua belah pihak dan apa yang mereka butuhkan dari satu sama lain.
Baca Juga: Survei Deloitte: Gen Z dan Milenial Menyukai AI Generatif di Dunia Kerja, tapi juga Khawatir
3. Pertimbangkan oposisi
Pertimbangkan potensi penolakan terhadap negosiasimu. Apakah menurut kamu manajer akan menolak kenaikan gaji karena penurunan penjualan? Apakah gaji awal yang lebih tinggi untuk suatu posisi akan ditolak karena tarif yang diminta berada di atas kisaran rata-rata? Tuliskan semua potensi pertentangan dan kemudian kumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk memperdebatkan kasus.
4. Jaga komunikasi tetap terbuka
Bersikaplah konsisten dalam menyajikan tujuan, sasaran, dan harapanmu untuk mengurangi risiko kebingungan. Gunakan keterampilan komunikasi yang efektif, termasuk respons verbal dan isyarat nonverbal. Upayakan solusi yang saling menguntungkan, namun bersiaplah untuk berkompromi.
5. Tahu kapan harus menjauh
Artikel Terkait
Masih Baru Masuk Kerja Sudah Mau Resign? Kalau Ini Alasannya Jangan Tunda-tunda Lagi!
Apa Itu Family Office yang Sedang Digodok oleh Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan?
Berapa Minimal Kekayaan Bersih yang Dibutuhkan Keluarga Kaya untuk Membangun Family Office?
Bukan Sekadar Keluarga Kaya, Ini Pertimbangan Sebelum Mendirikan Family Office
5 Gangguan yang Menyebabkan 60% Karyawan Sulit Bekerja selama 30 Menit tanpa Kehilangan Fokus
Jokowi Sahkan UU Cuti Melahirkan 6 Bulan, Ibu yang Cuti Melahirkan Tak Boleh Dipecat!
5 Kebiasaan Leader yang Tidak Efektif saat Bekerja dan Berakibat Merepotkan Diri Sendiri
Mengapa Karyawan Lebih Memilih Quiet Vacationing daripada Cuti Resmi Sepengetahuan Atasan?
Perusahaan Cenderung Abai bahwa Perempuan Lebih Mengalami Kelelahan daripada Laki-Laki
Cara Membuat Teks Warna Biru di Whatsapp dengan Aplikasi atau Situs Pembuat Teks Warna