PejuangKantoran.com - Untuk mendapatkan pengakuan dari kandidat terpilih bahwa mereka tertarik dengan tawaran kerja yang disampaikan sebelumnya, rekruter mengirimkan offering letter.
Offering letter ini berisi penjelasan mengenai posisi yang ditawarkan, deskripsi pekerjaan, gaji, tanggal mulai bekerja, jam kerja, jumlah cuti tahunan, dan banyak lagi.
Begitu kamu menerima offering letter atau surat penawaran kerja tersebut, perusahaan memerlukan jawaban dari kamu, apakah kamu menerima atau menolak tawaran kerja tersebut.
Baca Juga: Gaza: Hayya 3 Jadi Debutnya di Film Layar Lebar, Cut Syifa Mengaku akan Tetap Kembali Ke Sinetron
Nah, bagaimana cara menanggapi offering letter dari rekruter?
1. Respons tawaran itu
Hal pertama yang harus dilakukan adalah merespons dengan mengakui tawaran tersebut dengan cepat. Ucapkan terima kasih atas penawaran tersebut, dan beri tahu rekruter apakah kamu menerimanya, atau kamu masih mau meluangkan waktu untuk mempertimbangkannya.
Penting untuk diingat bahwa beberapa perusahaan mungkin memberikan tenggat waktu untuk merespons. Jadi berhati-hatilah dalam memenuhi batasan waktu yang diberikan, dan apakah kamu memilih untuk menerimanya atau tidak.
Kamu bisa meminta perpanjangan jika memerlukan lebih banyak waktu untuk memikirkannya, atau jika kamu memiliki beberapa tawaran lain yang sedang kamu pertimbangkan.
Baca Juga: Apakah Menerima Offering Letter dari Rekruter Berarti Kandidat Sudah Diterima Bekerja?
2. Pertimbangkan tawarannya
Langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan tawaran tersebut. Pikirkan tentang peran yang ditawarkan kepadamu, termasuk gaji dan tunjangan yang menyertainya, serta elemen penting lainnya bagi kamu, seperti misi atau tujuan perusahaan.
Kamu bisa mempertimbangkan untuk menerimanya kalau kamu yakin dan merasa dapat berhasil dalam peran tersebut. Kalau kamu ragu-ragu, hubungi perekrut atau pemberi kerja, dan ajukan pertanyaan lanjutan.
Selain itu, kamu bisa mencari ulasan perusahaan secara online. Biasanya, situs web menyediakan platform bagi karyawan saat ini dan mantan karyawan untuk berbagi pengalaman dan pendapat mereka tentang suatu perusahaan secara anonim.
3. Putuskan apakah kamu ingin bernegosiasi
Artikel Terkait
Mengenal Sosok Thomas Djiwandono, yang Baru Diangkat Jadi Wakil Menteri Keuangan oleh Jokowi
3 Alasan Mengapa Iri pada Orang Kaya Malah Bikin Kamu Tetap Miskin dan Merasa Tidak Mampu
Siapa Keluarga Terkaya Kedua Di Asia setelah Mukesh Ambani, yang Berasal dari Indonesia?
Lowongan Kerja Jadi Brand Communications Junior Manager di Dekoruma
JBL Soundgear Frames, Kacamata Gaya yang Bisa Dipakai Mendengarkan Musik Favorit
Yang Perlu Dipertimbangkan saat Membeli Pakaian Baru Biar Nggak Buang-buang Duit
Siapa Mau Keliling Jepang Sebulan dan Gratis? Coba Saja Daftar Jadi Road Trip Reporter Fairfield by Marriot