“Apa gunanya hot desking jika tidak ada cukup tempat duduk dan saya tidak 'diizinkan' untuk duduk di tempat lain di gedung?" tanyanya lebih lanjut.
Menurut salah satu pengguna media sosial, hot desking hanya berfungsi jika perusahaan merencanakan jadwal dan hari kerja semua departemen dengan hati-hati.
Tanpa perencanaan yang matang, semua orang kemungkinan akan datang pada hari yang sama, yang menyebabkan mereka akan berebut meja kerja.
Baca Juga: Microsoft Down Lagi, Pengguna Tidak Dapat Mengakses Email, Xbox Live, dan Fungsi 365
Terkadang, untuk booking tempat duduk di kantor karyawan harus memesan meja hingga seminggu sebelumnya. Untungnya, karyawan hanya perlu berada di kantor dua kali seminggu.
"Kami hanya memiliki cukup meja untuk 80% dari semua staf, tetapi karena kedua kebijakan ini, sangat jarang tidak ada meja saat kamu datang ke kantor," jelasnya.
Seringkali, karyawan masih bisa mendapatkan meja tanpa memesan lebih dulu. Namun mereka mungkin tidak mendapatkan meja di posisi yang disukainya.
Pengaturan hot desking mungkin memang dapat mengakomodasi jadwal kerja yang fleksibel dengan lebih baik. Namun, kerugian juga akan dirasakan jika tidak ditangani atau direncanakan dengan benar.
Artikel Terkait
Prediksi Cuan Reksa Dana Bisa Melesat Jika Suku Bunga Dipangkas Mulai di September 2024
Buat Pencinta Barang Branded, Penjualan Gucci Drop 20 Persen di Q2 2024
Emma Raducanu Ngaku FOMO setelah Menolak Kesempatan Gabung Tim Inggris di Olimpiade Paris 2024
Apa Itu Project Management, yang Masih Menjadi Pilihan Karir yang Sangat Diminati Tahun 2024?
5 Tahap Project Management, dari Inisiatif hingga Hasil Akhir yang Diharapkan
Meta Buka Lowongan Pekerjaan di Indonesia untuk Jadi Public Policy Manager
Kalau Tak Mau Gagal, Bos Harus Sering-Sering Business Trip (Kata CEO JPMorgan Jamie Dimon)