Karoshi, Ketika Kebiasaan Orang Jepang yang Gila Kerja Akhirnya Memakan Korban

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 17 September 2024 | 22:19 WIB
Ilustrasi: Budaya kerja di Jepang yang menuntut dedikasi tinggi seperti karoshi ternyata bisa berujung pada kematian. (Freepik)
Ilustrasi: Budaya kerja di Jepang yang menuntut dedikasi tinggi seperti karoshi ternyata bisa berujung pada kematian. (Freepik)

Sayangnya, bekerja terlalu keras terkadang membuat para pekerja di Jepang jatuh sakit.

Budaya kerja yang ketat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bersama-sama mengungkapkan, sekitar 750.000 kematian akibat karoshi secara global pada tahun 2021.

Kematian tersebut dipicu oleh stroke dan penyakit jantung, sebagai akibat langsung dari bekerja selama 55 jam dalam satu minggu.

Baca Juga: 5 Perusahaan di Indonesia Ini Masuk Daftar ‘Best Companies 2024’ Majalah TIME

Fenomena ini mendapat perhatian yang nyata karena implikasinya terhadap kesehatan masyarakat dan kebijakan tempat kerja.

Faktor yang dinilai publik tentang budaya kerja di Jepang ini di antaranya, jam kerja yang panjang, tekanan pekerjaan yang kuat, dan prosedur kerja yang tidak seimbang.

Oleh sebab itu, penting untuk mengenali tanda-tanda karoshi dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah yang memengaruhi kesehatan di tempat kerja. (Tim redaksi)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Wired, jkma.org, Betterwork.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X