Sayangnya, bekerja terlalu keras terkadang membuat para pekerja di Jepang jatuh sakit.
Budaya kerja yang ketat
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bersama-sama mengungkapkan, sekitar 750.000 kematian akibat karoshi secara global pada tahun 2021.
Kematian tersebut dipicu oleh stroke dan penyakit jantung, sebagai akibat langsung dari bekerja selama 55 jam dalam satu minggu.
Baca Juga: 5 Perusahaan di Indonesia Ini Masuk Daftar ‘Best Companies 2024’ Majalah TIME
Fenomena ini mendapat perhatian yang nyata karena implikasinya terhadap kesehatan masyarakat dan kebijakan tempat kerja.
Faktor yang dinilai publik tentang budaya kerja di Jepang ini di antaranya, jam kerja yang panjang, tekanan pekerjaan yang kuat, dan prosedur kerja yang tidak seimbang.
Oleh sebab itu, penting untuk mengenali tanda-tanda karoshi dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah yang memengaruhi kesehatan di tempat kerja. (Tim redaksi)
Artikel Terkait
4 Manfaat Aktivitas Jalan Kaki Yang Wajib Kamu Ketahui Dan Buktikan
Pabrik di Jawa Barat Segera Dibuka, BYD Bajak Karyawan dari Perusahaan Otomotif Jepang
Apa Itu Pembajakan Karyawan, dan Legal Nggak Sih Strategi Memenangkan Persaingan Ini?
Dakota Johnson Overdosis Kafein saat Bekerja, padahal Segini Asupan Kafein yang Disarankan
Sebagai Karyawan Baru Lakukan dan Hindari Hal-Hal Penting Berikut Ini
Angkasa Pura Jadi Operator Bandara Terbesar Ke-5 di Dunia, 5 Bandara Terluas di Indonesia Ini Jadi Perhatian
Bea Cukai Sikat Peredaran Rokok Ilegal di Indonesia Penyebab Kerugiannya Bagi Negara Sebesar Ini