Gen Z Adalah Investasi Masa Depan Perusahaan. Perlakukan Generasi Ini Seperti Ini, Buah Manis Akan Dipetik

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:24 WIB
Gen Z adalah investasi perusahaan untuk masa depan. (Freepik)
Gen Z adalah investasi perusahaan untuk masa depan. (Freepik)

Bagi perusahaan, mempekerjakan Gen Z adalah sebuah investasi. Investasi itu ibarat menanam sebuah pohon buah dengan biji kualitas terbaik, tentu saja harus dirawat dengan baik sejak awal.

Bagaimana membuat Gen Z ini menjadi produktif di Perusahaan? Dari laman Rasmussen.edu, menyebutkan ada 10 hal yang membuat Gen Z happy, yaitu:

  1. Work life balance, remote work, serta kemanan kerja dan gaji yang setara;
  2. Kolaborasi dan lingkungan yang berorientasi pada tim;
  3. Metode komunikasi terbuka dan pemecahan masalah secara kolektif;
  4. Otentisitas dan dampak sosial;
  5. Tempat kerja yang melibatkan inovasi dan perubahan;
  6. Teknologi yang membuat tugas menjadi lebih efisien;
  7. Banyak pekerjaan dan peluang pengembangan profesional yang besar;
  8. Tempat kerja yang bertanggung jawab terhadap budaya dan lingkungan;
  9. Sumber daya yang peduli dengan kesehatan mental;
  10. Keberagaman di tempat kerja.

 Baca Juga: Keluar dari Kebiasaan Mager Jadi Tantangan Terbesar Gen Z, Ini Persiapan Masuk Dunia Kerja!

Namun tentu saja ada hal yang harus dihadapi oleh Gen Z, yaitu masalah:

Pengalaman yang masih minim: harus diakui, dengan usia yang masih muda pengalaman masih diperlukan oleh Gen Z, meskipun dalam kapasitas boleh diadu.

Dengan pengalaman, mestinya setiap pekerja bisa lebih mudah mengatasi kasus-kasus tertentu.

Gaya komunikasi: Gen Z cenderung lebih senang berkomunikasi dengan medium teknologi daripada harus tatap muka atau telpon.

Ini bisa mneimbulkan kesalah pahaman dengan pekerja senior lain yang lebih suka berkomunikasi dengan dua cara terakhir tadi. Ujungnya, kolaborasinya menjadi tidak efektif.

Menyeimbangkan ekspektasi: Gen Z memiliki keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang bermakna, kemajuan karier yang cepat, dan work life balance.

Baca Juga: Bermula dari Jurnalis TV, Kini Ni Luh Puspa Jadi Wakil Menteri Pariwisata Kabinet Prabowo

Namun kadang ini berbenturan dengan realitas posisinya di entry-level dan hirarki organisasi.

Beradaptasi dengan struktur tradisional: Struktur dan hirarki tempat kerja tradisional mungkin terasa kaku dan ketinggalan jaman bagi karyawan Gen Z.

Generasi ini terbiasa dengan lingkungan yang lebih fleksibel dan kolaboratif.

Penting untuk dicatat bahwa tantangan-tantangan ini tidak bersifat umum. Tantangan-tantangan ini bisa bervariasi tergantung pada individu, budaya di tempat kerja, dan keadaan tertentu.

Perusahaan bisa mendukung karyawan Gen Z dengan menyediakan program bimbingan, peluang pengembangan profesional, saluran komunikasi yang jelas, dan lingkungan kerja fleksibel yang selaras dengan nilai dan harapan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, rasmussen.edu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X