Feedback Bukan untuk Menghakimi, yang Bisa Berdampak Negatif Jika Dilakukan Kurang Tepat

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 15 November 2024 | 19:42 WIB
Ilustrasi: Pastikan feedback disertakan dengan perspektif yang jelas dan beri dukungan agar penerima bisa berkembang. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Pastikan feedback disertakan dengan perspektif yang jelas dan beri dukungan agar penerima bisa berkembang. (Freepik/Pressfoto)

Madhu lebih menyukai feedback 360 derajat dengan wawancara terstruktur karena bisa membuat si penerima merasa lebih terlibat saat diwawancarai, sehingga membangun kepercayaan dengan pemimpin.

Cara memberi feedback yang efektif

Leadership coach Tami Reiss menciptakan rumus "ASK" untuk memberi umpan balik, yaitu:

  • Actionable atau dapat ditindaklanjuti
  • Specific atau spesifik
  • Kind atau baik

Baca Juga: Waspadai 15 Gejala Gagal Ginjal Berikut Ini Yang Bisa Jadi Tidak Kamu Sadari

Dengan rumus di atas, pastikan umpan balik disertakan dengan perspektif yang jelas dan beri dukungan agar penerima bisa berkembang.

Selain itu, feedback yang mempertimbangkan situasi pekerja cenderung lebih mudah diterima. Misalnya, jika presentasi tidak berjalan baik, tanyakan kapan dia siap membahasnya. Ini bisa membantunya menerima kritik tanpa merasa tertekan.

Dengan strategi yang lebih terstruktur, diiringi empati, dan disampaikan di waktu yang tepat, feedback dari atasan bisa menjadi hadiah yang berharga, membangun kepercayaan, dan mendorong pertumbuhan perusahaan. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X