Bukan Salah Gen Z Jika Mereka Sulit Betah di Tempat Kerja, Benarkah Ini Kesalahan Universitas?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 27 November 2024 | 12:13 WIB
Ilustrasi: Stigma yang mengatakan bahwa Gen Z adalah pekerja yang sulit, bukan murni kesalahan mereka. (Freepik/Tirachardz)
Ilustrasi: Stigma yang mengatakan bahwa Gen Z adalah pekerja yang sulit, bukan murni kesalahan mereka. (Freepik/Tirachardz)

PejuangKantoran.com - Meski Gen Z kini sudah masuk ke dunia kerja, tetapi banyak kabar yang menyebutkan bahwa pekerja dari generasi tersebut dipecat secara massal.

Majalah Fortune mengklaim, ini terjadi karena karyawan muda yang baru lulus kuliah ini tidak mampu melakukan tugas yang diberikan.

Mereka juga tidak berpakaian dengan pantas, tidak hadir tepat waktu, tidak cukup berinisiatif, dan tidak menunjukkan can-do-attitude.

Baca Juga: Proyeksi Kenaikan Gaji di Asia Tenggara Lebih Tinggi pada 2025, Indonesia di Peringkat Ke-2

Tunggu sebentar, apa benar pekerja dari generasi muda tersebut seburuk itu?
Apalagi di berbagai media selalu disebutkan bahwa karyawan muda yang tidak bisa mendapatkan atau mempertahankan pekerjaannya merupakan kesalahan mereka sendiri.

Pendiri London Interdisciplinary School, Ed Fidoe, dengan tegas mengatakan bahwa stigma buruk yang dialami Gen Z di tempat kerja bukanlah kesalahan mereka.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ed bilang, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Salah satunya adalah jenis pekerjaan mudah yang biasanya diberikan kepada mahasiswa magang atau lulusan baru sekarang dapat dilakukan dengan bantuan teknologi yang ada.

“Kami membantu menjembatani mahasiswa kami untuk mendapatkan pekerjaan magang setiap tahunnya, dan sekarang semakin sulit untuk menempatkan mereka,” kata Ed.

Baca Juga: Mengenal Bluesky, Media Sosial yang Raih Jutaan Pengguna Baru usai Donald Trump Menang Pemilu

Lalu, jika ada ketidaksesuaian budaya antara anak muda dan dunia kerja, ia merasa itu juga bukan kesalahan Gen Z.

Hal itu justru disebabkan karena semakin banyak anak muda yang tidak diberi “tantangan” yang cukup untuk hal-hal mendasar, seperti mengumpulkan tugas kuliah tepat waktu.

Padahal hal sepele seperti itu dapat membantu mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia nyata.

Lalu, Ed menganggap program-program universitas juga kaku karena tidak melakukan perubahan. Namun, universitas tetap menghasilkan lulusan yang tidak sempurna ke pasar kerja yang sedang tidak stabil seperti sekarang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X