Pejuangkantoran.com – Salah satu tugas pemimpin yang pasti cukup sering dilakukan adalah mendelegasikan tugas. Karena ini adalah bagian dari peran manajerial.
Mendelagasikan tugas itu bukan sekadar meringankan beban kerja seorang pemimpin. Mendelegasikan tugas itu adalah menaruh kepercayaan yang penuh kepada orang lain.
Kepercayaan penuh ini didasari oleh respek terhadap kemampuan dari anak buah bahwa kebijakan-kebijakan yang akan mereka lakukan sejalan dengan visi-misi pemimpin.
Oleh karena itu, supaya pendelegasian tugas kepada orang lain ini berjalan efektif maka seorang pemimpin harus mampu terlebih dahulu untuk:
- Mengidentifikasi orang yang tepat untuk tugas tersebut berdasarkan kemampuannya dan ketertarikannya;
- Menyampaikan secara jelas tugas dan ekspektasi dari tugas tersebut;
- Mampu menyediakan sumber daya untuk mendukung pelaksanaan dan penyelesaian tugas tersebut;
- Membuat jadwal dengan deadline yang jelas;
- Memberdayakan orang yang ditunjuk dalam membuat keputusan dengan memberikan otoritas kepada yang diberi tugas;
- Secara regular memonitor perkembangan tugaas dan memberikan feedback (masukan) yang membangun.
Baca Juga: Gunakan Eisenhower Matrix Untuk Menghindari Stres Karena Tugas Yang Seabrek dan Menumpuk
Hal Yang Menjadi Kendala Dalam Pendelegasian
Meskipun sudah tahu poin-poin tersebut di atas, namun masih saja ada manajer yang gagal dalam mendelagasikan tugasnya. Ini karena salah dalam memahami arti delegasi.
Berikut ini kesalahan-kesalahan manajer yang sering terjadi dalam pendelegasian tugas:
- Manajer berpikir bahwa pendelegasian tugas itu sekadar mengalihkan pekerjaannya kepada orang lain
Menurut seorang Eli Amdur, seorang Leadership Professor Business Advidor yang juga kontributor di Forbes, delegasi adalah proses menugaskan suatu proyek atau aktivitas kepada orang lain dengan tetap bertanggung jawab atas hasilnya.
Artinya, mendelegasikan itu tidak sama artinya melepaskan tugas atau pekerjaan itu kepada orang lain begitu saja. Tanggung jawab atas tugas/pekerjaan itu masih ada pada diri si manajer namun beban pekerjaannya yang dibagi terhadap orang yang tepat.
Menajer tersebut tetap mendukung penuh pekerjaan tersebut dengan terus memonitor, memberikan feedback/masukan, dan menyediakan hal-hal yang diperlukan untuk penyelesaian tugas tersebut.
- Manajer berpikir bahwa dia bisa melakukan lebih baik
Menurut Scott Welle, pengarang buku Outperform The Norm: For Leaders, ada beberapa kendala psikologis seorang pemimpin yang mengalami kesulitan dalam mendelgasikan tugas, yaitu:
Artikel Terkait
Cara Membuat Worksheet Manajemen Waktu untuk Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
5 Skill yang Dibutuhkan Manajer Tahun 2025, dari Literasi Teknologi hingga Manajemen Perubahan
Biasakan Melakukan Two Minutes Rules, Maka Tugas Tuntas Karirmu Akan Mulus
Listening Skill Yang Baik Akan Membuat Sukses Pekerjaan Kamu. Berikut Tips Untuk Meningkatkan Kemampuan Itu!
Menyetor Tugas Melewati Tenggat Waktu Membuat Pekerjaan Kamu Dinilai Lebih Buruk
Kamu Kesulitan Dalam Manajemen Waktu Kerja? Gunakan Teknik Pomodoro Untuk Solusinya!
Metode Unbossing Membuat Karyawan Lebih Mandiri, Betulkah akibat Posisi Manajer Berkurang?