Apa Itu Coffee Badging, Tren Baru di Tempat Kerja Di Mana Karyawan Hanya 'Setor Muka'?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 26 Desember 2024 | 18:20 WIB
Ilustrasi: Istilah coffee badging merujuk pada karyawan yang datang ke kantor cukup lama untuk “setor muka”.  (Freepik)
Ilustrasi: Istilah coffee badging merujuk pada karyawan yang datang ke kantor cukup lama untuk “setor muka”. (Freepik)

Ada perbedaan pendapat tentang bekerja dari rumah dan bekerja dari kantor. Meskipun Owl Labs menyatakan bahwa 65% karyawan menganggap mereka lebih produktif saat bekerja dari rumah, banyak yang tidak setuju dengan laporan tersebut.

Pada 5 September 2024, PwC mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan sistem hybrid bagi karyawan di Inggris mulai Januari 2025.

Baca Juga: Cara Membeli Produk Asuransi melalui Aplikasi BRImo, Tak Perlu Datang ke Kantor Cabang!

Karyawan diwajibkan untuk bekerja di kantor tiga hari seminggu, karena PwC menegaskan bahwa bekerja tatap muka penting bagi perusahaan.

Bahkan Zoom, yang memperkenalkan metode virtual meeting selama pandemi, mulai memanggil karyawannya kembali ke kantor pada tahun 2023.

Peralihan ke working from home pada tahun 2020 menunjukkan bahwa banyak posisi pekerjaan sebenarnya dapat dilakukan dari rumah.

Namun tuntutan perusahaan agar karyawan untuk kembali ke kantor telah mengakibatkan moral yang rendah dan praktik coffee badging.

“Persahabatan di tempat kerja memberikan beberapa manfaat utama yang lebih dari sekadar produktivitas. Pergantian karyawan yang lebih rendah, peningkatan kepuasan, dan bahkan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Baca Juga: 6 Alasan Trello Jadi Tool Manajemen Terbaik untuk Membantu Kamu Mengatur Pekerjaan

Coffee badging memberi kita titik awal yang bagus untuk memahami apa yang dapat membawa tim kita kembali ke kantor dengan putaran yang positif,” kata Gabe Zichermann di akun LinkedIn-nya.

Menurutnya, karyawan jelas memilih untuk bersosialisasi, dan hal itu sama sekali bukan sesuatu yang negatif. Ia mengajak para pemberi kerja untuk mengikuti budaya kerja baru ini untuk menyambut kembalinya karyawan ke kantor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post, Tech Target

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X