4 Penyebab Karyawan Melakukan 'Revenge Quitting' Selain Karena Konflik yang Terus-menerus

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 28 Desember 2024 | 12:35 WIB
Ilustrasi: Apa empat penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba atau revenge quitting. (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Apa empat penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba atau revenge quitting. (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Setelah tren “quiet quitting” yang ramai terjadi tahun 2023 hingga tahun ini, siap-siap untuk mengalami tren dunia kerja tahun 2025, yaitu “revenge quitting”.

Revenge quitting, kurang lebih berarti berhenti bekerja untuk membalas perlakuan atasan, rekan kerja, atau perusahaan terhadap diri kamu. Kamu memutuskan berhenti bekerja tiba-tiba karena sering mengalami pengalaman negatif, seperti burnout, di tempat kerja.

Para ahli mengatakan bahwa tren ini merupakan dampak dari “stealth sackings” atau pemecatan secara diam-diam yang dilakukan perusahaan.

Baca Juga: Honda dan Nissan bersama Mitsubishi Berencana Merger, Siap Hadang Toyota dan Volkswagen

Alasan pekerja melakukan “revenge quitting”

John Scott, kepala desain dan strategi pembelajaran MasterClass at Work, menyebutkan empat penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba:

1. Kurangnya transparansi pertumbuhan karir karyawan

Menurut Scott, perusahaan dan atasan seharusnya menetapkan tujuan dan ekspektasi yang jelas pada karir karyawan agar mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan promosi.

Jika karyawan tidak mendapatkan penjelasan yang jujur dan transparan dengan perusahaan atau pimpinan mengenai hal tersebut, jangan heran jika karyawan tersebut melakukan revenge quitting.

2. Tidak mampu berkontribusi untuk tujuan perusahaan

Baca Juga: 4 Zodiak yang Bakal Untung secara Finansial pada Tahun 2025, Ada Zodiak Kamu Nggak?

Karyawan yang berkontribusi pada misi perusahaan akan membuat pekerjaannya memiliki tujuan. Namun jika karyawan merasa hanya sebagai roda penggerak, hal itu akan membuatnya kehilangan motivasi dan mencari peluang yang menawarkan tujuan yang lebih besar.

“Pemimpin dapat menumbuhkan rasa memiliki tujuan dan komitmen terhadap pekerjaan, dengan memastikan karyawan dapat terlibat dalam 'tugas tambahan' atau tugas-tugas di luar keahlian inti, agar mereka dapat merasakan pertumbuhan dan kemajuan,” kata Scott.

3. Konflik yang terus-menerus

Scott menekankan, konflik antar karyawan atau antara bawahan dan manajer yang tidak ditangani dapat membesar dan ini menjadi salah satu penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X