Meski konflik antar karyawan adalah aspek yang tidak dapat dihindari dalam dunia kerja, tetapi jika tidak ditangani dan dibiarkan berlarut-larut dapat menciptakan perpecahan yang lebih tajam dan lebih dalam di antara para pekerja.
“Para manajer memainkan peran penting dalam menengahi konflik dengan tidak menghindar dari percakapan yang sulit dan tegas dalam menetapkan aturan mengenai kerja sama untuk menyelesaikan konflik dengan cepat dan efektif,” ujar Scott.
Baca Juga: Benarkah Wawancara Kerja pada Pagi Hari Dapat Meningkatkan Peluang Diterima Bekerja?
4. Tak ada aktivitas bersama di luar pekerjaan
Saat karyawan memiliki hubungan yang bermakna dan memuaskan dengan rekan kerja, rasa kebersamaan yang kuat akan membuat mereka merasa lebih berkomitmen dengan pekerjaan dan perusahaan.
Untuk itu, Scott mendorong para pemimpin untuk menyediakan sumber daya dan mengatur peluang bagi karyawan untuk terhubung dengan rekan kerjanya.
Misalnya dengan mengadakan training, outing, halal bihalal, atau pertemuan sosial lainnya untuk membantu mempertemukan karyawan dari berbagai departemen.
Dengan mengetahui penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba, revenge quitting dapat dicegah dan karyawan dapat berkontribusi secara maksimal bagi perusahaan. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Ini Penting! Berbagai Macam Contoh Pemanfaatan Teknologi AI dalam ChatGPT untuk Operasi HRD
Begini Cara Menjadikan Resume Kamu Lebih Powerful dengan Surat Referensi
Kisah Mantri BRI Agustina Etwiory Taklukkan Tantangan di Tanah Miring, Kabupaten Merauke
Ini Dia Daftar Film Indonesia Terlaris Tahun 2024, Film Horor Tak Lagi Mendominasi!
Jangan Asal Instal VPN Gratis, Risikonya Smartphone Kamu dan Isinya Bisa Kena Hack!
“Hidden Face” yang Dibintangi Song Seung Heon Tembus Lebih dari 1 Juta Penonton di Korsel, Ceritanya tentang Apa?
Benarkah Wawancara Kerja pada Pagi Hari Dapat Meningkatkan Peluang Diterima Bekerja?