4 Penyebab Karyawan Melakukan 'Revenge Quitting' Selain Karena Konflik yang Terus-menerus

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 28 Desember 2024 | 12:35 WIB
Ilustrasi: Apa empat penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba atau revenge quitting. (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Apa empat penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba atau revenge quitting. (Freepik/Kate Mangostar)

Meski konflik antar karyawan adalah aspek yang tidak dapat dihindari dalam dunia kerja, tetapi jika tidak ditangani dan dibiarkan berlarut-larut dapat menciptakan perpecahan yang lebih tajam dan lebih dalam di antara para pekerja.

“Para manajer memainkan peran penting dalam menengahi konflik dengan tidak menghindar dari percakapan yang sulit dan tegas dalam menetapkan aturan mengenai kerja sama untuk menyelesaikan konflik dengan cepat dan efektif,” ujar Scott.

Baca Juga: Benarkah Wawancara Kerja pada Pagi Hari Dapat Meningkatkan Peluang Diterima Bekerja?

4. Tak ada aktivitas bersama di luar pekerjaan

Saat karyawan memiliki hubungan yang bermakna dan memuaskan dengan rekan kerja, rasa kebersamaan yang kuat akan membuat mereka merasa lebih berkomitmen dengan pekerjaan dan perusahaan.

Untuk itu, Scott mendorong para pemimpin untuk menyediakan sumber daya dan mengatur peluang bagi karyawan untuk terhubung dengan rekan kerjanya.

Misalnya dengan mengadakan training, outing, halal bihalal, atau pertemuan sosial lainnya untuk membantu mempertemukan karyawan dari berbagai departemen.

Dengan mengetahui penyebab karyawan berhenti bekerja tiba-tiba, revenge quitting dapat dicegah dan karyawan dapat berkontribusi secara maksimal bagi perusahaan. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X