4 Perilaku Atasan yang Bisa Mendorong Karyawan Sering Melakukan 'Revenge Quitting'

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 28 Desember 2024 | 15:19 WIB
Ternyata, ada perilaku atasan yang dapat memicu revenge quitting dari karyawan. (Freepik/Azerbaijan_stockers)
Ternyata, ada perilaku atasan yang dapat memicu revenge quitting dari karyawan. (Freepik/Azerbaijan_stockers)

PejuangKantoran.com - Apakah kamu pernah mendengar tentang “revenge quitting”? Ini adalah tren di dunia kerja saat seorang karyawan berhenti bekerja tiba-tiba akibat pengalaman negatif yang dirasakannya selama bekerja.

Misalnya saja, kurang atau tidak mendapatkan pengakuan atas pekerjaan yang dilakukannya, burnout, atau budaya kerja yang dirasa merugikan.

Selain itu, alasan lain karyawan berhenti kerja tiba-tiba ini adalah balasan atas pemecatan secara diam-diam (quiet firing) yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Baca Juga: Siap-siap, Fenomena Revenge Quitting alias Berhenti Bekerja Tiba-tiba akan Ramai Tahun 2025

Jadi, untuk menghentikan tren di dunia kerja yang diramalkan akan ramai terjadi di 2025 ini, perusahaan harus mulai melakukan tindakan yang nyata.

Bagaimana cara perusahaan mengatasi revenge quitting?

Matt Paese, Ph.D., seorang wakil presiden senior bidang wawasan kepemimpinan, mengatakan bahwa mengatasi akar penyebab kebencian karyawan yang terus meningkat pada perusahaan harus dimulai dari pemimpin.

Dibutuhkan kesadaran diri yang lebih besar dari para CEO untuk mengubah sikap negatif mereka pada karyawan.

Bagi para pemimpin, coba ajukan beberapa pertanyaan sulit kepada diri sendiri:

Baca Juga: 4 Penyebab Karyawan Melakukan 'Revenge Quitting' Selain Karena Konflik yang Terus-menerus

• Apakah saya telah merendahkan karyawan melalui tindakan dan perkataan?
• Apakah saya hanya mendukung karyawan yang berkinerja tinggi dan tidak mengembangkan potensi semua karyawan secara adil?
• Apakah saya tidak memberikan contoh yang baik untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar karyawan tidak burnout?

Jika semua jawaban dari pertanyaan di atas adalah “iya”, maka ada yang harus segera diubah.

Perilaku yang tak disadari pemimpin

Menurut Paese, berikut adalah beberapa perilaku pemimpin yang dapat menyebabkan karyawan melakukan revenge quitting.

1. Hanya mempromosikan karyawan yang berkinerja tinggi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X