“Love Bombing” Ternyata Juga Bisa Terjadi saat Wawancara Kerja, Seperti Ini Contohnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 13 Januari 2025 | 12:20 WIB
"Love bombing" saat wawancara kerja harus benar-benar kamu cermati supaya harapan kamu terlalu berlebihan. (Freepik)
"Love bombing" saat wawancara kerja harus benar-benar kamu cermati supaya harapan kamu terlalu berlebihan. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah “love bombing” di dunia percintaan. Namun, tahukah kamu istilah tersebut juga bisa berlaku di dunia kerja, khususnya saat wawancara kerja?

Love bombing” dalam wawancara kerja terjadi saat perekrut memberikan pujian berlebihan kepada kandidat untuk menarik perhatian. Padahal, itu dilakukan tanpa niat yang benar-benar tulus.

Sikap ini tentu saja bisa memicu ekspektasi berlebihan hingga manipulasi emosional terhadap pencari kerja.

Meski awalnya dikenal dalam hubungan percintaan, yang berarti seseorang menggunakan kasih sayang atau janji palsu untuk memanipulasi pasangannya, konsep yang serupa juga bisa muncul di dunia kerja.

Baca Juga: Tak Perlu Grogi, Takut dan Bingung Menjelang Wawancara Kerja. Gunakan AI untuk Membantu Persiapan Kamu.

Bagaimana cara kerjanya?

Love bombing” dalam wawancara kerja biasanya melibatkan pujian berlebihan, seperti menyebut kamu kandidat sebagai "orang terbaik yang pernah diwawancarai" atau menjanjikan akan segera diterima, walaupun keputusan belum diambil.

Sikap ini biasanya bertujuan untuk mempertahankan minat kamu dengan pekerjaan tersebut, padahal perusahaan masih dalam tahap pertimbangan.

Pelatih karir Amanda Fischer menjelaskan bahwa taktik ini sering digunakan untuk mencegah kandidat bernegosiasi lebih lanjut.

Jadi, kamu secara tidak langsung akan merasa ditekan untuk langsung menerima tawaran kerja tanpa diberikan waktu berpikir.

Namun, sebenarnya tidak semua sikap “love bombing” memiliki niat buruk.

Ada perekrut yang memang terkesan dengan keterampilan dan prestasi kamu, tetapi tanpa sadar memberikan pujian berlebihan yang dapat menjadi bumerang.

Para ahli menyebut tanda-tanda “love bombing” bisa dikenali dari pola komunikasi yang tidak konsisten, seperti perekrut yang awalnya sangat antusias, tetapi kemudian menghilang tanpa kabar setelah wawancara.

Baca Juga: Ikuti Tips Ini Agar BIsa Memberikan Impresi Pertama yang Baik Kepada Perekrut Saat Wawancara Kerja

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X