Emotional Intelligence atau Emotional Quotient Sangat Penting di Tempat Kerja. Berikut Alasan-alasannya

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 14 Januari 2025 | 12:29 WIB
Berempati terhadap rekan kerja membutuhkan emotional intelligence yang besar.  (Freepik)
Berempati terhadap rekan kerja membutuhkan emotional intelligence yang besar. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Mungkin kejadian seperti ini pernah kamu alami: saat itu pekerjaan kamu sedang dalam kondisi “RPM tinggi” untuk mengjar deadline karena klien dari salah satu projek yang kamu tangani ini telat menyetor data.

Di tengah-tengah kondisi yang menguras tenaga dan pikiran tersebut, tiba-tiba anggota tim kamu yang sedang mengerjakan projek lain di bawah supervisi kamu, konflik dengan klien. Ini mengancam projek tersebut bisa mundur bahkan batal, sehingga makin menambah beban tanggung jawab kamu.

Mau tidak mau kamu harus menyelsaikan masalah ini juga dengan mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak, mendudukan permasalahannya dengan benar, lalu menawarkan solusi yang tak hanya baik bagi projek namun juga buat hubungan anggota tim kamu itu.

Ketika kamu berhasil menyelesaikan berbagai hal dan masalah yang menantang dengan baik, peran emotional intelligence (EI) sangat besar.

Emotional intelligence (EI) atau juga sering disebut sebagai emotional quotient (EQ) atau kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi secara efektif.

Jika kamu emotionally intelligence (cerdas secara emosional), kamu dapat menangani hubungan interpersonal dengan penuh empati. Selain itu EI yang tinggi dapat membantu kamu mencapai tujuan profesional dengan lebih baik.

Oleh karena itu, EI di tempat kerja dapat memberikan manfaat yang signifikan dan membantu mengembangkan kariermu lebih jauh. EI juga membantu menciptakan hubungan yang lebih baik dan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang positif.

 Baca Juga: 5 Skill yang Dibutuhkan Manajer Tahun 2025, dari Literasi Teknologi hingga Manajemen Perubahan

Mengapa EI sangat penting di tempat kerja?

EI sangat penting di tempat kerja agar kamu dapat memahami, berargumen, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.

Ketika kamu mampu menangani emosi, ini akan memberimu  kemampuan untuk membimbing dan membantu orang lain, selain dapat membantu diri kamu menjadi lebih bahagia dan lebih sukses.

EI penting di tempat kerja, karena ia dapat membantu kamu untuk:

  • Memahami komunikasi nonverbal: Kamu punya kesempatan untuk memperbaiki situasi sebelum menjadi masalah. Misalnya, kamu melihat rekan kerja menunjukkan beberapa tanda kesedihan nonverbal, kamu menunjukkan empati untuk dapat meredakan kesedihan itu.
  • Menyadari emosi pribadi: Kamu dapat menggunakan keterampilan ini untuk menjaga perilakumu sebelum menjadi masalah bagi klien atau rekan kerja. Misalnya, kamu habis mengalami malam yang berat, namun kamu tetap berusaha menjaga perilaku yang baik pada hari kerja esok harinya dengan mengalihkan fokus kamu ke perasaan yang lebih positif.
  • Meningkatkan efisiensi: Ketika kamu berempati dan memahami emosi orang lain, kamu dapat membuat keputusan dengan mudah dan menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.
  • Memajukan kariermu: Kecerdasan emosional dan keterampilan kepemimpinan berjalan beriringan. Secara aktif menunjukkan kemampuan seperti kesabaran, mendengarkan secara aktif, kepositifan, dan empati dapat membantu kamu maju ke peran kepemimpinan atau mendapatkan promosi jabatan atau kenaikan gaji.
  • Mendorong orang lain untuk mengembangkan keterampilan interpersonal yang kuat: Emosi menular, dan menunjukkan motivasi, empati, tanggung jawab, dan kerja sama tim yang eksplisit dapat menginspirasi tim kamu untuk melakukan hal yang sama.

 

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: indeed.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X