Fenomena "Quiet Vacationing": Tren Baru Cuti Diam-diam Dunia Kerja Semakin Populer di Kalangan Pekerja Muda

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 15 Januari 2025 | 12:37 WIB
ilustrasi liburan (Guitar_Tawatchai)
ilustrasi liburan (Guitar_Tawatchai)

PejuangKantoran.com - Baru-baru ini, sebuah survei yang dilakukan oleh Harris Poll mengungkapkan bahwa fenomena quiet vacationing, yaitu liburan tanpa pemberitahuan resmi, semakin diminati oleh pekerja muda.

Tren ini muncul setelah fenomena quiet quitting dan quiet hiring, yang menggambarkan perubahan dalam cara pekerja berinteraksi dengan dunia kerja mereka.

Quiet vacationing mengacu pada kebiasaan pekerja yang mengambil cuti tanpa memberi tahu atasan atau perusahaan secara formal. Fenomena ini semakin populer di kalangan pekerja muda, seperti yang tercermin dalam hasil survei terbaru oleh lembaga riset pasar The Harris Poll.

Baca Juga: 10 Keterampilan Komunikasi Utama yang Harus Kamu Kuasai Supaya Komunikasimu Lebih Efektif

Menurut laporan tersebut, 28 persen pekerja mengaku pernah mengambil waktu libur tanpa meminta izin secara resmi dari atasan. Angka ini lebih tinggi di kalangan pekerja muda, dengan 37 persen pekerja Milenial dan 24 persen pekerja Gen Z mengaku sudah melakukan quiet vacationing.

Libby Rodney, Chief Strategy Officer di The Harris Poll, menjelaskan bahwa tren ini mencerminkan ketidaknyamanan pekerja dalam memisahkan diri dari pekerjaan, sekaligus menunjukkan adanya generasi yang terus mencari cara inovatif untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan dalam budaya yang jarang beristirahat.

Cara Pekerja Melakukan "Quiet Vacationing"

Pekerja yang memilih quiet vacationing menggunakan berbagai cara untuk menutupi ketidakhadiran mereka, seperti mengatur jadwal otomatis untuk mengirim email setelah jam kerja agar terlihat produktif, atau menggerakkan mouse untuk memberi kesan bahwa mereka sedang aktif meskipun sebenarnya tidak bekerja.

Survei ini dilakukan secara daring pada bulan April 2024, melibatkan 1.170 pekerja di AS yang berusia 18 tahun ke atas.

Mengapa Pekerja Memilih Cuti Tanpa Pemberitahuan?

Sikap quiet vacationing tidak disebabkan oleh kurangnya hak cuti atau hari libur yang tersedia, menurut Harris Poll. Faktanya, 83 persen responden menyatakan mereka puas dengan kebijakan cuti di perusahaan mereka, namun 78 persen di antaranya tidak memanfaatkan seluruh waktu libur yang diberikan.

Fenomena ini lebih signifikan di kalangan pekerja muda, dengan 89 persen pekerja Gen Z dan 83 persen pekerja Milenial mengaku tidak memanfaatkan seluruh hak cuti mereka, meskipun alasan yang mereka sebutkan sangat beragam.

Rodney menyebutkan bahwa bagi pekerja Milenial, quiet vacationing bukan hanya soal tidak hadir di kantor, melainkan mencerminkan isu yang lebih luas seperti kesulitan untuk memutuskan hubungan dengan pekerjaan, kecemasan saat meminta cuti, dan hari libur yang tidak terpakai.

Baca Juga: Mengapa Raline Shah Dipilih Menjadi Staf Khusus Menteri Komdigi Meutya Hafid?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: EuroNews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X