Alasan di Balik Tren Ini
Beberapa alasan yang menjadi latar belakang tren quiet vacationing, seperti yang diungkapkan dalam laporan ini, antara lain tekanan untuk selalu tersedia, beban kerja yang berat, rasa bersalah, dan kekhawatiran tentang bagaimana persepsi atasan terhadap mereka.
Rodney menambahkan bahwa hanya dengan meminta cuti pun sudah dapat menimbulkan kecemasan besar di kalangan pekerja. "Dalam iklim yang penuh dengan pemutusan hubungan kerja dan ketidakpastian ekonomi, pekerja semakin memilih untuk melakukan quiet vacationing demi menjaga keamanan pekerjaan mereka," ujarnya.
Kesulitan untuk Memutuskan Hubungan dengan Pekerjaan
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pekerja di AS umumnya kesulitan untuk melepaskan diri dari pekerjaan mereka dan menemukan keseimbangan hidup dan kerja yang sehat, sebagian besar karena budaya kerja yang sangat dihargai di negara tersebut.
Meskipun dua pertiga (66 persen) pekerja Milenial percaya bahwa saat mereka "keluar dari kantor" seharusnya berarti benar-benar memutuskan hubungan dengan pekerjaan, sekitar 64 persen merasa kesulitan untuk sepenuhnya melepaskan diri selama waktu libur mereka.
Banyak pekerja merasa tertekan untuk selalu terhubung dan melaporkan bahwa mereka bekerja bahkan di luar jam kerja. Lebih dari setengah responden mengatakan mereka merespons email di luar jam kerja, memeriksa pesan kerja saat istirahat makan siang, atau menghadiri acara kerja di luar jam kerja biasa.
Baca Juga: Tips Bagi Fresh Graduate Agar Bisa Melakukan Adaptasi Secara Cepat di Kantor
Solusi Mengurangi "Quiet Vacationing"
Untuk mengurangi fenomena quiet vacationing, Rodney menyarankan agar perusahaan menciptakan proses permintaan cuti yang transparan dan jelas untuk mengurangi kecemasan saat meminta waktu libur.
"Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan cuti wajib dan mengingatkan pekerja setiap kuartal mengenai hak cuti mereka, agar mereka tidak merasa bersalah dan memandang cuti sebagai tanggung jawab yang harus dipenuhi, bukan sebagai pengabaian tugas," tambahnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, perusahaan dapat membantu pekerja merasa lebih nyaman dalam mengambil waktu libur tanpa merasa khawatir atau tertekan.
Artikel Terkait
Keterampilan Dalam Komunikasi Itu Penting. Berikut Ini Berbagai Tipe Komunikasi dan Cara Menggunakannya
“Love Bombing” Ternyata Juga Bisa Terjadi saat Wawancara Kerja, Seperti Ini Contohnya!
7 Tips Agar Kamu Tetap Profesional, Meski Tidak Dihargai di Tempat Kerja
Aspek Utama dan Aspek Non Teknis yang Wajib Diperhatikan oleh Freelancer Agar Sukses
Tips Bagi Fresh Graduate Agar Bisa Melakukan Adaptasi Secara Cepat di Kantor
Emotional Intelligence atau Emotional Quotient Sangat Penting di Tempat Kerja. Berikut Alasan-alasannya
10 Keterampilan Komunikasi Utama yang Harus Kamu Kuasai Supaya Komunikasimu Lebih Efektif
3 Tips Menghadapi Atasan Micromanager Agar Tidak Merusak Produktivitas dan Kreativitas Kerja
Kemungkinan Perempuan Mengambil Cuti untuk Mengasuh Anak 334% Lebih Besar daripada Laki-Laki
14 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Untuk Meningkatkan Keterampilan Interpersonal di Kantor