Meski Bisa Beli Mobil Sport Mewah Tapi Budaya Kerja di Dubai Sangat Keras, Masih Minat?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 31 Januari 2025 | 11:11 WIB
Gedung Burj Khalifa Dubai Uni Emirat Arab (Pixabay)
Gedung Burj Khalifa Dubai Uni Emirat Arab (Pixabay)

PejuangKantoran.com - Dubai dikenal dengan gedung-gedung tinggi dan barang-barang mewah.

Sepertinya hal itulah yang membuat banyak orang dari luar Dubai tertarik untuk pindah atau sekadar berlibur ke sana.

Alasan lain yang tak kalah menarik adalah kebijakan penghasilan bebas pajak yang diterapkan oleh pemerintah setempat.

Namun, di balik semua kemewahan tersebut, kenyataannya adalah masih ada banyak orang yang bekerja lebih keras dibandingkan para pekerja di negara lain.

Baca Juga: Beda Posisi Duduk, Beda Juga Kepribadiannya. Kamu Termasuk yang Mana?

1. Jam kerja yang panjang

Pekerja di Uni Emirat Arab (UEA) rata-rata bekerja sekitar 50,9 jam per minggu.

Ini membuat negara tersebut berada di peringkat kedua dunia untuk rata-rata jam kerja mingguan tertinggi, menurut data Organisasi Buruh Internasional.

Seorang ekspatriat asal Inggris, yang bekerja di sektor keuangan di Dubai, mengungkapkan bahwa ia sering kali bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan. Bahkan, sampai melewatkan makan malam.

Banyak orang di luar Dubai yang tidak tahu bahwa pekerja di sana memang seringkali diharuskan untuk selalu siap bekerja, meskipun di luar jam kerja.

Baca Juga: Rekrutmen BUMN Kembali Dibuka di 2025! Ini Cara Mendaftar dan Dokumen yang Harus Kamu Siapkan

2. Work-life balance yang tak seimbang

Ekspatriat lainnya yang juga berasal dari Inggris, mengaku tidak memiliki waktu untuk untuk keluarga sejak pindah ke Dubai.

Meskipun ia mengakui bahwa gajinya lebih tinggi dibandingkan saat bekerja di London, tetapi rutinitas kerjanya sering kali dimulai dari pagi hingga malam. Ia bahkan hanya bisa bertemu anaknya saat anaknya sudah tidur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X