Meski Bisa Beli Mobil Sport Mewah Tapi Budaya Kerja di Dubai Sangat Keras, Masih Minat?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 31 Januari 2025 | 11:11 WIB
Gedung Burj Khalifa Dubai Uni Emirat Arab (Pixabay)
Gedung Burj Khalifa Dubai Uni Emirat Arab (Pixabay)

Setelah beberapa waktu bekerja di sana, Patrick akhirnya memutuskan untuk beralih ke pekerjaan remote yang lebih fleksibel agar bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga.

3. Budaya kerja yang kompetitif

Banyak ekspatriat merasakan tekanan karena pesaing yang melimpah siap menggantikan posisi mereka jika tidak memenuhi standar.

Menurut Fiona Robson, profesor di Heriot-Watt University Dubai, pasar kerja yang kompetitif ini muncul karena penawaran pekerjaan lebih banyak daripada permintaan.

Inilah yang membuat banyak orang yang bekerja lebih keras dan menunjukkan komitmen mereka, terutama di sektor swasta yang sebagian besar pekerjanya adalah ekspatriat.

Baca Juga: Persaingan Ketat dalam Dunia Kecerdasan Buatan: DeepSeek Mengguncang Pasar dengan Inovasi Baru

Tantangan budaya kerja di Dubai

Profesor di Rochester Institute of Technology Dubai, Rizwan Tahir, menjelaskan bahwa budaya kerja di Dubai sangat mengandalkan pemahaman implisit dan ekspektasi yang tidak terucap.

Pemberi kerja cenderung mengharapkan jam kerja lebih panjang dan ketersediaan di luar jam kerja biasa, meskipun hal tersebut tidak tertulis dalam kontrak.

Akibatnya, banyak ekspatriat merasa tertekan dan khawatir tidak dapat memenuhi harapan tersebut.

Namun, sebenarnya tak semua pekerja merasa keberatan. Faktanya, tak sedikit ekspatriat di sana yang merasa bahwa dengan segala kekurangannya, bekerja di Dubai sangat sepadan.

Buktinya, meski bekerja dalam budaya kerja yang intens, mereka bisa membeli mobil sport dan bahkan menikmati kebebasan finansial yang hanya menjadi impian banyak orang. (Elga Windasari)

 



Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X