Pria yang Bekerja di Bank Enggan Cari Pasangan di Industri yang Sama. Banker Wanita Terlalu Mandiri?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 Februari 2025 | 08:55 WIB
Ilustrasi: Pria yang berkarir di bank cenderung enggan mencari pasangan di industri yang  sama. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Pria yang berkarir di bank cenderung enggan mencari pasangan di industri yang sama. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Pekerja seni atau film mengenal istilah cinta lokasi, yaitu bertemu pasangan akibat sama-sama bekerja di lokasi syuting yang sama. Hal ini juga umum terjadi di bidang pekerjaan lain, meskipun tidak selalu.

Namun bisik-bisik di kalangan karyawan bank menyebut, pria yang berkarir di dunia banking cenderung enggan berkencan dengan wanita yang bekerja di bidang yang sama.

Fenomena ini juga disebut cukup nyata, lho. Banyak wanita hebat di sektor keuangan menghadapi tantangan dalam kehidupan asmara mereka.

Baca Juga: Merespons Ajakan Dubes Jepang untuk Bekerja di Negaranya, Ini Bidang yang Dibutuhkan dan Kisaran Gajinya

Seorang Managing Director di sebuah bank boutique ternama pernah berbagi pandangannya. Menurutnya, karyawan bank yang serius mencari pasangan seringkali menghindari wanita yang bekerja di perbankan. Alasannya?

Banker wanita dianggap sangat kompetitif, sering membatalkan janji karena pekerjaan, dan liburan yang direncanakan bisa berantakan karena tekanan kerja. Waduh!

"Saat saya masih bekerja di perbankan, teman-teman menyarankan saya untuk bekerja di bidang pemasaran saja," ujarnya.

Meskipun tidak ada data pasti tentang berapa banyak banker wanita yang masih lajang, cerita-cerita seperti ini cukup banyak.

"Mereka kaya, berpakaian mahal, punya pelatih pribadi, tapi tidak ada yang mau berkencan dengan mereka. Mereka jadi terlalu maskulin karena bekerja di industri yang didominasi pria," klaimnya.

Namun, pandangan ini tidak selalu benar. Lucy Puttergill, mantan VP Sales di JPMorgan yang kini menjadi pelatih bagi wanita di sektor keuangan, mengatakan bahwa banyak kliennya adalah wanita sukses dan menarik yang waktunya habis untuk pekerjaan, sehingga sulit untuk memprioritaskan kehidupan pribadi.

Baca Juga: Buat yang Masih Bingung Apa Itu Danantara, Ini Penjelasan Sederhana yang Mudah Dimengerti

"Banyak dari mereka kesulitan untuk sekadar meninggalkan meja kerja demi pergi kencan," kata Puttergill.

Ini bukan karena bos mereka memaksa bekerja keras, tapi karena mereka sendiri sudah terbiasa menomorduakan kehidupan pribadi.

Bagi wanita yang bisa meluangkan waktu, tentu saja ada pria lajang di luar banking yang potensial jadi calon pasangan. Managing Director tadi menceritakan bahwa dirinya adalah wanita yang sangat kompetitif dan bersemangat dalam pekerjaannya.

Namun, suaminya tidak bekerja di perbankan dan mereka memiliki dinamika hubungan yang seimbang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X