Jangan Keseringan Bilang 'Saya Pikir' yang Terkesan Nggak Pede, Mending Ganti dengan Kata Ini!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 20 Maret 2025 | 12:08 WIB
Ilustrasi: Saat bicara dengan atasan, hindari terlalu sering mengatakan "Saya pikir" akan membuat kamu terkesan kurang percaya diri. (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Saat bicara dengan atasan, hindari terlalu sering mengatakan "Saya pikir" akan membuat kamu terkesan kurang percaya diri. (Freepik/Drazen Zigic)

Misalnya seperti ini:
"Berdasarkan yang sudah terlihat, saya merekomendasikan..."
"Dari data yang ada, saya akan merekomendasikan..."
"Berdasarkan pengalaman, saya merekomendasikan..."

Dengan cara ini, pernyataan yang diberikan tetap terdengar kuat, tetapi masih memberi ruang untuk diskusi lebih lanjut.

Baca Juga: Pendiri Amazon Jeff Bezos Ungkap Kunci Menemukan Potensi Diri untuk Meraih Kesuksesan

Cara menghentikannya

Mengubah kebiasaan bahasa butuh latihan, tetapi bukan berarti tak bisa dilakukan. Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:

• Perhatikan pola bicara kamu. Mulai sadari seberapa sering kata "Saya pikir" muncul dalam percakapan sehari-hari.
• Minta bantuan orang lain. Teman atau kolega bisa membantu dengan memberi tahu saat kamu mulai mengulang frasa tersebut.
• Jeda sebelum berbicara. Memberikan sedikit jeda sebelum berbicara bisa membantu memilih kata yang lebih tepat.
• Cek ulang tulisan. Perhatikan juga penggunaan frasa ini dalam komunikasi tertulis, seperti email atau pesan kerja.

Baca Juga: Selain Gaji yang Tak Sebanding Beban Kerja, Apa Lagi Alasan Karyawan Enggan Naik Jabatan?

Jadi, agar tidak terkesan kurang percaya diri, cara menyampaikan pesan juga penting selain isi pesan yang kredibel. 

Mengganti "Saya pikir" dengan kalimat yang lebih tegas akan memberikan kesan lebih kuat dalam berbagai situasi, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X