5 Dos & Don’ts Pakai AI untuk Melamar Pekerjaan Biar Nggak Blunder dan Bikin Lamaranmu Ditolak

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 24 Maret 2025 | 10:11 WIB
Ilustrasi: Hindari mengutip CV hasil ChatGPT plek-ketiplek. Ikuti dos & don’ts memakai AI untuk melamar pekerjaan.  (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Hindari mengutip CV hasil ChatGPT plek-ketiplek. Ikuti dos & don’ts memakai AI untuk melamar pekerjaan. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Membuat surat lamaran dan menyusun CV memang ribet. Bagaimana pun, nggak semua orang jago nulis. Apalagi, menulis surat lamaran dan CV yang dijamin lolos Applicant Tracking System. Nggak heran sekarang makin banyak yang pakai AI untuk melamar pekerjaan.

Menurut survei Capterra, 53% pencari kerja di Inggris sudah pakai AI generatif untuk melamar pekerjaan. Bahkan, mereka yang pakai AI 75% lebih mungkin mendapat tawaran kerja. Menarik kan?

Tetapi, jangan buru-buru langsung menulis CV pakai ChatGPT dari awal sampai akhir. Karena menurut survei dari CV Genius, 74% manager rekrutmen bisa mendeteksi mana aplikasi yang dibuat pakai AI.

Baca Juga: 2 dari 3 Orang Langsung Minum Obat daripada Minum Air ketika Sakit Kepala karena Dehidrasi

Lalu, 80% dari mereka malah jadi ilfeel sama CV dan cover letter yang isinya terlalu generik, garing, dan nggak personal.

Nah, supaya tidak salah langkah, ikuti dos & don’ts pakai AI untuk melamar pekerjaan:

1. Do: Maksimalkan AI buat riset dan persiapan

Jujur aja, riset tentang perusahaan yang kamu lamar memang menghabiskan waktu, dari mencari tahu budaya perusahaannya, job description, sampai mengulik nilai-nilai perusahaan. Nah, di sinilah AI bisa jadi senjata rahasia.

Contohnya, Google Gemini punya fitur “Deep Research” yang bisa membuat report detail dalam hitungan menit. Lalu ada Google NotebookLM yang bisa “membaca” dokumen panjang dan meringkas dalam bentuk podcast.

Untuk persiapan wawancara kerja juga bisa. Gemini bisa memberi latihan pertanyaan dan feedback personal. Jadi saat interview, kamu lebih siap dan pede!

Baca Juga: Strategi Pemberdayaan BRI untuk UMKM Membuahkan Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia

2. Do: Pakai AI buat minta feedback dan poles dokumen

Kalau kamu sudah membuat draft CV atau cover letter, gunakan AI untuk mengedit naskah. Fitur “Help Me Write” dari Google Gemini bisa mengecek ejaan, grammar, sampai alternatif kalimat yang lebih “ngena”.

Selain itu, AI juga bisa membantu menyusun ulang urutan informasi biar lebih to the point. Intinya, agar cover letter yang kamu kirim itu 100% versimu, tapi dengan sentuhan akhir yang lebih rapi dan profesional.

3. Don’t: Menyerahkan semua ke AI untuk menulis CV dan cover letter

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Marie Claire

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X