Bisa Digaji Hingga Rp8 Juta, Ini Tanggung Jawab dan Keterampilan yang Harus Dimiliki Training Specialist

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 24 Maret 2025 | 12:45 WIB
Bisa digaji tinggi, seorang tranier harus menguasai sejumlah keterampilan tertentu. (Freepik)
Bisa digaji tinggi, seorang tranier harus menguasai sejumlah keterampilan tertentu. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Dalam sebuah perusahaan, peran seorang training specialist sangat penting.

Tugasnya adalah merancang, melaksanakan dan mengawasi kurikulum untuk staf di semua tingkatan, serta memastikan mereka dibekali dengan semua keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya secara efisien.

Di Indonesia, rata-rata gaji pokok untuk seorang training specialist adalah Rp6,8 juta. Namun, beberapa perusahaan di Jakarta bisa memberikan gaji hingga Rp8 juta.

Cara menjadi training specialist

Untuk menjadi seorang training specialist, terutama dibutuhkan kombinasi pendidikan dan pengalaman kerja.

Perusahaan biasanya mencari kandidat dengan gelar sarjana di bidang sumber daya manusia, pendidikan, bisnis, atau bidang terkait. Beberapa perusahaan mungkin lebih memilih kandidat dengan kualifikasi pascasarjana.

Pengalaman kerja sebelumnya, terutama dalam pengajaran, pendampingan, instruksi, dan pengembangan program, akan menarik bagi calon pemberi kerja. Selain itu, kamu juga mungkin memerlukan kemahiran dalam aplikasi software tertentu.

Baca Juga: 3 Keterampilan untuk Jadi Management Trainee, agar Lolos Pelatihan Bisa Langsung Jadi Manajer!

Tanggung jawab training specialist

Seorang training specialist memiliki peran integral dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi staf. Berikut adalah daftar tanggung jawab umumnya.

  1. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan

Dengan melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam pengetahuan dan keterampilan di antara para staf, training specialist akan merancang program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Ini memastikan setiap karyawan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kinerja mereka.

  1. Merancang dan melaksanakan program pelatihan

Training specialist bertanggung jawab untuk merancang, melaksanakan, dan mengelola inisiatif pelatihan. Mulai dari kursus e-learning, workshop tatap muka, hingga sesi orientasi untuk karyawan baru.

  1. Mengevaluasi efektivitas pelatihan

Evaluasi yang konsisten dilakukan untuk menilai dampak dan efektivitas program pelatihan. Hal ini dapat mencakup pengumpulan feedback, pemantauan kinerja karyawan, dan penyesuaian strategi pelatihan yang diperlukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X