PejuangKantoran.com - Melamar pekerjaan butuh strategi. Namun, strategi yang disarankan oleh Jade Walters, konsultan employer branding ini, mungkin tak terpikirkan sama sekali.
Setelah menyelesaikan kuliah, Walters mendapatkan pekerjaan pertama lewat TikTok ketika video resume yang diunggahnya menarik banyak perhatian.
Kesempatan berikutnya datang dari kenalan yang mengenalnya sebagai pendiri The Ninth Semester, platform yang ia bangun untuk membantu perkembangan karier profesional anak muda.
Baca Juga: Tips Membuat Cold Message yang Efektif untuk Penawaran Kerja agar Cepat Direspons
Namun, untuk pekerjaan ketiga, ia mencoba pendekatan tradisional dengan melamar secara online.
Walters bereksperimen dengan dua metode.
Pertama, ia melamar secara selektif dengan resume yang disesuaikan, dan melamar langsung ke banyak lowongan menggunakan fitur sekali klik.
Hasilnya menunjukkan bahwa metode pertama jauh lebih efektif. Dari 15 – 20 lamaran, ia berhasil mendapatkan lima wawancara.
Sebaliknya, dari belasan lamaran sekali klik di LinkedIn Easy Apply, tidak ada respons sama sekali.
Melamar harus dengan niat
Menurut Walters, kunci sukses saat melamar adalah dengan melakukannya lebih terarah dan terencana.
Ia mengatur notifikasi di LinkedIn dan Google agar dapat segera menemukan lowongan yang relevan, kemudian mengirimkan lamaran dalam 24 – 48 jam.
Metode yang kedua adalah menggunakan strategi "cold applying" dengan mencari unggahan manajer perekrutan di LinkedIn, lalu mengirim lamaran melalui halaman karier perusahaan serta menghubungi mereka langsung.
Baca Juga: Pernah Coba Cold Email, Kirim Lamaran Kerja ke Perusahaan yang Tidak Buka Lowongan?
Waktu dan referensi yang tepat
Mengirim lamaran dalam 48 jam pertama lowongan pekerjaan dibuka, meningkatkan peluang untuk diperhatikan, terutama di perusahaan besar.
Walters mengirim lamaran pada Minggu malam agar perekrut melihatnya pada Senin pagi. Ia juga lebih memilih mencari pekerjaan di pagi hari ketika pikirannya masih segar.
Artikel Terkait
Hati-Hati, Survei Bilang Makin Sering Memakai Mode Suara ChatGPT Kamu Makin Merasa Kesepian
Feedback Karyawan Tidak Selalu Akurat, tapi Apa Jadinya Jika Mereka Berhenti Memberikan Feedback?
Jangan Sepelekan Kualitas Suara, karena Bisa Pengaruhi Cara Menyampaikan Pesan pada Audiens
Menteri BUMN Erick Thohir Lepas Keberangkatan Pemudik dalam Mudik Bersama BUMN 2025 yang Diikuti BRI Group
BRI Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2025 dengan Posko Mudik BUMN di Bandara dan Rest Area
Benarkah Dampak Negatif Jika Pacaran dengan Teman Sekantor Lebih Banyak Dialami Perempuan?
Kirim THR dalam Bentuk Dana atau Tabungan Emas Bisa Dilakukan Lebih Praktis lewat BRImo