Kata Maaf Memang Magical Word. Berikut Ini Penggunaan yang Tepat di Kantor

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 18 April 2025 | 14:39 WIB
Kata  (ellie)
Kata (ellie)

“Maaf kalau masukan saya terdengar keras, namun saya pikir bagian ini perlu dikaji ulang agar hasilnya lebih baik.”

Gunanya: Menjaga suasana tetap positif saat memberi umpan balik.

 

  1. Saat Menyenggol Emosi Orang Lain Tanpa Disengaja

Contoh:

“Maaf kalau apa yang saya sampikan tadi menyinggung. Bukan itu maksud saya.”

Gunanya: Menghindari konflik dan memperbaiki komunikasi.

 

  1. Dalam Surat atau Email Profesional

Contoh:

 “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.”

Gunanya: Menunjukkan etika profesional dan tanggung jawab layanan.

 Baca Juga: Mark Zuckerberg Dipaksa Meminta Maaf pada Keluarga Anak-anak yang Kena Dampak Buruk Media Sosial

Tips Tambahan:

  • Jangan berlebihan. Jangan minta maaf untuk hal-hal yang tidak perlu. Misal: minta maaf karena punya ide. Ini cukup sering kita jumpai dan dalam kasus seperti ini menunjukkan keinferioran yang menyampaikan.
  • Sertakan solusi. Setelah minta maaf, beri penjelasan atau tawaran untuk memperbaiki.
  • Tulus. Hindari "maaf" yang terkesan basa-basi atau sarkastik. Misal: “Maaf ya kalau kamu tersinggung, tapi kenytaannya begitu, kok!”

Tips agar "maaf" terdengar tulus:

  • Fokus pada tindakan yang salah, bukan pada reaksi orang lain.
  • Hindari kata sambung seperti "tapi", "kalau", atau "sebenarnya" setelah "maaf".
  • Sampaikan dengan nada dan ekspresi yang sesuai (kalau lisan), atau dengan bahasa yang hangat (kalau tertulis).

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: frontiersin.org, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X