“Maaf kalau masukan saya terdengar keras, namun saya pikir bagian ini perlu dikaji ulang agar hasilnya lebih baik.”
Gunanya: Menjaga suasana tetap positif saat memberi umpan balik.
- Saat Menyenggol Emosi Orang Lain Tanpa Disengaja
Contoh:
“Maaf kalau apa yang saya sampikan tadi menyinggung. Bukan itu maksud saya.”
Gunanya: Menghindari konflik dan memperbaiki komunikasi.
- Dalam Surat atau Email Profesional
Contoh:
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.”
Gunanya: Menunjukkan etika profesional dan tanggung jawab layanan.
Baca Juga: Mark Zuckerberg Dipaksa Meminta Maaf pada Keluarga Anak-anak yang Kena Dampak Buruk Media Sosial
Tips Tambahan:
- Jangan berlebihan. Jangan minta maaf untuk hal-hal yang tidak perlu. Misal: minta maaf karena punya ide. Ini cukup sering kita jumpai dan dalam kasus seperti ini menunjukkan keinferioran yang menyampaikan.
- Sertakan solusi. Setelah minta maaf, beri penjelasan atau tawaran untuk memperbaiki.
- Tulus. Hindari "maaf" yang terkesan basa-basi atau sarkastik. Misal: “Maaf ya kalau kamu tersinggung, tapi kenytaannya begitu, kok!”
Tips agar "maaf" terdengar tulus:
- Fokus pada tindakan yang salah, bukan pada reaksi orang lain.
- Hindari kata sambung seperti "tapi", "kalau", atau "sebenarnya" setelah "maaf".
- Sampaikan dengan nada dan ekspresi yang sesuai (kalau lisan), atau dengan bahasa yang hangat (kalau tertulis).
***
Artikel Terkait
Blake Lively Minta Maaf Atas Lelucon tentang Kate Middleton Sebelum Sang Puteri Umumkan Diagnosis Kankernya
Crowdstrike Tawarkan Voucer Makan Uber Eats Senilai $10 kepada Mitra sebagai Permintaan Maaf?
Prabowo Subianto Pamit dan Minta Maaf pada Komisi I DPR: “Saya Merasa Didukung Sepenuhnya”
Qantas Airways Minta Maaf Setelah Memutar Film “Panas” tanpa Sengaja dalam Penerbangannya
Bukan Hanya Membangun Hubungan, Ini Manfaat Pemimpin yang Mau Meluangkan Waktu bersama Karyawannya
Cara Menolak Tugas Tambahan di Kantor Tanpa Merusak Hubungan dengan Rekan Kerja dan Atasan