PejuangKantoran.com - Bukan rahasia lagi bahwa AI banyak digunakan dalam dunia kerja. Para eksekutif bahkan telah menemukan cara baru untuk menggunakannya agar dapat meningkatkan komunikasi di tempat kerja.
Menurut Harvard Business Review, banyak eksekutif yang mulai beralih ke AI sebagai career coach untuk mendapat feedback tentang cara berinteraksi dengan tim, misalnya kemampuan bertanya yang baik, memberi umpan balik yang membangun, hingga cara menyelesaikan konflik. Kerennya, semua itu bisa dilakukan secara privat dan fleksibel.
“Sebagai CEO dan pendiri perusahaan global, saya merasa AI itu alat penting buat pertumbuhan pribadi dan profesional saya,” kata Salvador Ordorica, CEO The Spanish Group.
Baca Juga: Penerapan 5W 1H Tak Hanya Dalam Jurnalistik, Namun Juga Bisa Dalam Dunia Bisnis.
“AI memang tidak bisa mengganti pemahaman bahasa manusia sepenuhnya, tapi nilainya luar biasa buat pelatihan kepemimpinan dan pengembangan komunikasi.”
Apa itu AI career coach?
AI career coach adalah platform digital berbasis kecerdasan buatan yang bisa memberi arahan karier secara personal. AI-nya bisa menganalisis skill, minat, sampai tren pasar kerja untuk membantu karyawan mengembangkan diri, membuat strategi wawancara, bahkan menghadapi tantangan yang kompleks di kantor.
Beberapa platform yang lagi naik daun misalnya Noa Coach, Bob the AI Career Coach, Rocky.ai, dan Risely Career Coach. Mereka bisa membantu pengguna memasang target karier, meningkatkan leadership, dan memberi motivasi dengan cara yang terstruktur.
Harga langganannya beragam, tapi rata-rata mulai dari Rp1,6 juta per bulan. Bandingkan dengan pelatih karier manusia yang bisa sampe Rp4 juta per jam. Lumayan hemat, kan?
Baca Juga: 5 Sikap Profesional Yang Tak Akan Dilakukan Orang dengan Kecerdasan Sosial saat Mengobrol
Membantu peran kepemimpinan
Menurut Ordorica, salah satu fungsi AI career coach yang paling berguna adalah memberikan feedback secara real-time. Misalnya, AI bisa analisis nada bicara, kecepatan berbicara, dan kejelasan presentasi kamu. Hasilnya? Kamu bisa mendapat masukan konkret untuk tampil lebih percaya diri di depan audiens.
Nggak cuma itu, AI juga bisa membantu menulis email yang lebih rapi, to the point, dan sopan. Ini penting banget apalagi kalau kita kerja remote dan komunikasi lebih banyak dilakukan lewat tulisan.
Howard Fiderer, CEO Vispra Advisory Group, juga bilang bahwa AI bukan jalan pintas, tapi alat bantu belajar jadi pemimpin yang lebih kreatif dan empatik.
Artikel Terkait
3 Cara Menghadapi Firefighter Boss yang Senang Belagak Jadi Penyelamat, Jangan Ikut Panik!
Temukan Akar Masalah Secara Tepat Dengan Menggunakan Fishbone Diagram. Berikut Penjelasan dan Contohnya!
Deep Work, Kerja Tanpa Gangguan yang Membuat Hasil Pekerjaan Lebih Berkualitas. Begini Caranya!
7 Alasan Berteman di Usia 20-an dan 30-an Berbeda, Salah Satunya Tandanya Circle Pertemanan yang Semakin Kecil
Agar Tumbuh secara Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Fokus pada Penguatan Fundamental
Tak Hanya Menyanyikan Lagu OST, Rossa Juga Memulai Debut Aktingnya di 'Tak Ingin Usai Di Sini'
Salurkan Kredit Mikro Sebesar Rp632,22 Triliun, BRI Dorong Perputaran Ekonomi Kerakyatan